Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Permintaan Menguat, PTPN XI Naikkan Target Produksi Karet

Bramantyo , Jurnalis-Senin, 21 Mei 2012 |15:00 WIB
  Permintaan Menguat, PTPN XI Naikkan Target Produksi Karet
Ilustrasi. (Foto: AP)
A
A
A

KARANGANYAR - PT Perkebunan Nusantara XI (Persero) menargetkan kenaikan produksi karet mentah 2012, sebesar 4.959 ton. Jumlah tersebut jauh lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sebesar 4.700 ton.

"Kenaikan volume produksi karet tersebut telah ditetapkan Kementerian BUMN dengan melihat ekspor karet pada tahun sebelumnya. Sehingga pada 2012 ini volume karet naik meski dampak krisis global masih dirasakan," jelas Sinder Teknik PTPN XI Kebun Batu Jamus Kerjo Arum Tarwo Mugiono kepada Okezone, di Kebun Batu Jamus Kerjo Arum, Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (21/5/2012).

Menurut Tarwo, kenaikan volume ekspor di 2011 itu semakin menggembirakan, karena secara total nilai eskpor komoditas itu juga naik meski harganya sempat anjlok dalam beberapa bulan terakhir 2011. Nilai ekspor yang naik itu dipicu melonjaknya harga jual sejak awal tahun yang berada di kisaran USD4 per kilogram (kg).

"Tetapi meski anjlok, harga jual nyatanya tidak sampai di bawah USD3 per kg seperti yang dikhawatirkan menyusul melemahnya permintaan dan terjadinya tekanan harga jual akibat krisis ekonomi di Amerika Serikat dan Eropa," katanya.

Dia menjelaskan, pengapalan Januari 2012, harga ekspor karet Indonesia jensi SIR 20 masih bertahan di kisaran USD3 atau USD3,2 per kg. Bahkan untuk transaksi di Februari turun menjadi USD3,24 per kg. "Tetapi menurut perkiraan, harga karet bisa naik lagi karena harga minyak mentah diduga akan naik pada awal tahun ini," katanya.

Meskipun begitu, kendala terbesar yang dihadapi pihak PTPN XI untuk bisa memenuhi angka produksi yang ditetapkan Kementerian BUMN adalah pencurian karet. Diakui oleh Tarwo, pihaknya telah berulang kali mengajukan permohonan kepada pemerintah, untuk menambah jumlah pengamanan kebun karet seluas empat ribu hektare (ha) yang tersebar di tiga kabupaten, yaitu Karanganyar, Sragen dan Sukoharjo, Jawa Tengah.

Pasalnya, akibat pencurian karet, pihak PTPN selalu dirugikan sebesar 20 persennya akibat pencurian karet setiap tahunnya. "Yang paling banyak di curi itu karet basah. Karena angka penjualannya bisa sampai 50 persen. Tapi sampai sekarang, permohonan kami belum juga disetujui pemerintah," pungkasnya.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement