JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tidak akan memenuhi permintaan para gubernur di Kalimantan, untuk menambah kuota Bahan Bakar Minyak (BBM). Alasannya, kuota yang ada, sudah berdasarkan APBN 2012.
Hal tersebut disampaikan Direktor Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Evita Legowo kepada wartawan, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (22/5/2012).
"Kita tahu mungkin tidak bisa mencapai angka itu (40 juta kiloliter), tetapi sementara ini kuota yang dipegang para daerah itu baru kuota APBN 2012, yaitu 37,5 juta kiloliter (kl). Sekarang BPH Migas sudah diminta untuk segera menyelesaikan yang 40 juta kl pada APBN 2012. Ini sudah hampir selesai di BPH Migas. Jadi mungkin dalam waktu dekat akan ada pengumuman lagi dari BPH migas," jelasnya.
Adapun kuota BBM yang disalurkan untuk wilayah Kalimantan tidak bisa dipastikan. Menurutnya, BPH Migas lebih memiliki angka pasti untuk diinformasikan ke publik.
"Untuk lebih pastinya tanya BPH Migas, tetapi yang sudah diumumkan diturunkan dari tahun lalu masih yang 37,5 juta kl. Sekarang kita akan kasih yang 40 juta kl," tambah Evita.
Dia pun meminta kepada para gubernur untuk tidak egois. Dirinya berharap cara pandang yang dibangun adalah secara nasional terkait dengan penggunaan BBM.
"Ya enggak bisa, kita kan enggak bisa egois begitu. Jadi memang sekarang ini dia tidak boleh memikirkan dirinya sendiri. Kita harus memikirkan secara nasional dan secara nasional semua orang tahu bahwa kuota yang ada adalah 40 juta kl," tutup Evita.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.