Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hanya Proyek Produktif yang Dibiayai Utang

Pebrianto Eko Wicaksono , Jurnalis-Selasa, 22 Mei 2012 |14:12 WIB
 Hanya Proyek Produktif yang Dibiayai Utang
Ilustrasi. (Foto: AP)
A
A
A

JAKARTA - Guna menjaga defisit anggaran yang diperkirakan membengkak tahun ini, pemerintah harus menambal kekurangan fiskalnya dengan utang. Selain itu, utang juga untuk membiayai proyek-proyek produktif dalam negeri.

"Untuk proyek yang dibiayai dari utang ini cukup tergolong banyak. Mulai dari sektor energi, infrastruktur, maupun pertambangan," kata Dirjen Pengelolan Utang (DJPU) Kementerian Keuangan Rahmat Waluyanto, saat ditemui wartawan di kantor kementerian BUMN Jakarta, Selasa (22/5/2012).

Rahmat menjelaskan, utang terus bertambah karena APBN masih mengalami defisit. Meski begitu, dia meyakini penambahan utang ini akan terencana dan terukur.

Selain itu, penambahan utang juga telah disetujui DPR. Pasalnya, utang yang diminta pemerintah juga digunakan untuk menutupi pembiayaan selain APBN. "Kita juga memberikan pinjaman luar negeri kepada BUMN, Pertamina, PLN, Pemda, dan itu menambah eksposure utang pemerintah pusat," ungkap Rahmat.

"Walaupun utang pemerintah terus bertambah, angka utang tersebut telah disetujui oleh DPR dengan mekanisme APBN dan pertanggungjawaban," tukas Rahmat.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement