Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Minta Izin Jual Menara

Indosat Iming-imingi USD3,75 kepada Pemegang Surat Utang

Widi Agustian , Jurnalis-Selasa, 22 Mei 2012 |09:02 WIB
Indosat Iming-imingi USD3,75 kepada Pemegang Surat Utang
Logo Indosat. (Foto: Indosat)
A
A
A

JAKARTA - Anak perusahaan PT Indosat Tbk (ISAT), Indosat Palapa Company BV mengajukan permintaan persetujuan kepada pemegang surat utang bergaransi senilai USD650 juta dengan bunga sebesar 7,375 persen yang akan jatuh tempo pada 2020.

Dalam laporannya di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (22/5/2012), perseroan mengajukan permintaan persetujuan untuk mengubah indenture yang merupakan dasar dari diterbitkannya surat utang pada Juli 2010 tersebut.

Usulan perubahan yang diajukan adalah untuk mengubah pengecualian-pengecualian yang ada di dalam indenture sehubungan dengan penjualan menara. Adapun pada 7 Februari 2012, Indosat telah menandatangani perjanjian pembelian aset dengan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk, dan anak usahanya PT Solusi Menara Indonesia untuk penjualan dan penyewaan kembali sebanyak 2.500 menara telekomunikasi.

Dengan persetujuan itu, Indosat baru bisa melaksanakan transaksi sebagaimana disebutkan dalam Perjanjian Pembelian Aset, serta menambah pengecualian untuk penjualan aset infrastuktur aktif (yaitu fiber, peralatan transmisi, dan jaringan akses radio) kepada perusahaan patungan dengan mana Indosat akan membuat perjanjian network sharing, tanpa perlu mendapatkan persetujuan dari pemegang surat utang.

Persetujuan dimintakan dari seluruh pemegang Surat utang pada pukul 17.00 waktu New York, 18 Mei 2012. Permintaan persetujuan akan berakhir pada pukul 17.00 waktu New York, 1 Juni 2012 kecuali apabila diperpanjang oleh Indosat Palapa.

Indosat Palapa akan membayar USD3,75 untuk setiap pokok sebesar USD1.000 dari surat utang yang pemegangnya telah memberikan dan menandatangani persetujuan.

(Widi Agustian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement