JAKARTA - Pemerintah menawarkan 300 ribu kiloliter (kl) BBM nonsubsidi di daerah Kalimantan. Hal ini dilakukan menyusul permintaan gubernur Kalimantan terkait dengan permintaan tambahan BBM.
"Untuk tindakan sementara, karena kuota BBM bersubsidi hanya 40 juta kl, saya ambil langkah untuk menawarkan 300 ribu kl BBM nonsubsidi," demikian diungkapkan Menteri ESDM Jero Wacik di JCC, Jakarta, Rabu (23/5/2012).
Menurut Jero, dirinya sudah melakukan pembicaraan langsung dengan Gubernur se-Kalimantan untuk menggunakan BBM nonsubsidi. Empat gubernur di Kalimantan pun sudah setuju dengan tawaran menteri ini. "Ini wajar sebagai gubernur untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat. Kalau banyak gubernur yang menyampaikan semakin mudah saya meminta tambahan kuota BBM nasional," tambah dia.
Sebelumnya, menyusul pengurangan kuota BBM subsidi sebesar 40 juta kl tahun ini, seluruh gubernur se-Kalimantan sepakat untuk meminta tambahan kuota BBM bersubsidi untuk 2012 yang sangat kurang.
Empat gubernur di Kalimantan telah mengirim surat ke DPR, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, BPH Migas, Pertamina, dan Menteri BUMN untuk meminta tambahan seluruh kuota BBM bersubsidi. Ketua forum percepatan pembangunan dan revitalisasi Kalimantan Rudi Ariffin meminta kuota BBM bersubsidi dinaikkan 60 persen dari kuota tujuh persen yang telah ditetapkan BPH Migas.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.