JAKARTA - PT Pertamina (Persero) mengaku tidak kehabisan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Melainkan hanya sedang menjaga stok kuota BBM agar tidak melampaui batas yang ditentukan pemerintah dan DPR.
"Pertamina telah ditugaskan menjaga kuota BBM PSO yang telah ditentukan DPR dan pemerintah," kata Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya, saat menghadiri IPA Convention and Exhibition, di Jakarta Convetion Center, Senayan, Jakarta, Kamis (24/5/2012).
Dia menjelaskan, saat ini kuota yang ada totalnya sebesar 39,8 juta kiloliter (kl) dan Pertamina bertanggung jawab agar kuota tidak terlampui. Menurutnya, amanat tersebut ditujukan agar penyaluran tepat sasaran sehingga volume yang ada tidak terlampui. "Tugas tersebut tidak mudah, karena di beberapa daerah, kuota 2012 angkanya lebih kecil dibanding taun lalu," tambah Hanung.
Hal tersebut dikatakan lantaran pertumbuhan konsumsi BBM dengan daya beli meningkat, karena perkembangan wilayah. Dia mencontohkan Kalimantan Timur dengan pertumbuhan penduduk luar biasa. "Ada migrasi juga, dalam satu tahun tumbuh 15-20 persen. Jadi demand-nya tinggi, pada kuartal pertama kuotanya sudah terlampui," jelasnya.
Dia merinci, untuk wilayah Kalimantan, hingga 20 Mei untuk jenis premium sudah over 21,8 persen, untuk solar 10,3 persen. Sehingga realisasi Kalimantan hingga 20 Mei sudah melampaui 12 persen. "Hal tersebut Sangat merepotkan kita," tegas Hanung.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.