Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bukopin Bagi Dividen Rp221 Miliar

Fakhri Rezy , Jurnalis-Kamis, 24 Mei 2012 |14:09 WIB
 Bukopin Bagi Dividen Rp221 Miliar
Ilustrasi. (Foto: AP)
A
A
A

JAKARTA - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) setuju untuk membagikan dividen kepada pemegang saham. Dividen dibagikan dengan rasio 30 persen atau Rp221 miliar.

Direktur utama Bukopin Glen Glenardi mengatakan, dividen ini memang lebih besar ketimbang besaran dividen yang dibagikan tahun lalu sebesar Rp172,4 miliar. Akan tetapi, rasio dividen turun sebesar lima persen.

"Dari laba bersih Rp748 miliar, kami akan membagikan dividen. Penurunan rasio ini dikarenakan labanya naik, maka wajarlah rasionya turun," ujar dia kala ditemui di Gedung Bank Bukopin, Jalan MT Haryono, Jakarta, Kamis (24/5/2012).

Glen mengungkapkan, sisa laba dari pembagian dividen ini akan ditempatkan ke dalam modal. Lebih jauh, dia menjelaskan pembagian dividen ini akan dilakukan pada 4 Juli 2012.

Sekadar informasi, sepanjang 2011, Bukopin berhasil membukukan pertumbuhan Pendapatan bunga bersih sebesar 16,96 persen  atau sebesar Rp2,11 triliun dibandingkan pencapaian 2010 sebesar Rp1,79 triliun. Sementara fee based income 2011 tumbuh 23 persen menjadi Rp637 miliar dibandingkan kinerja 2010 sebesar Rp519 miliar.

Pada 2012, Bukopin menargetkan pertumbuhan Kredit sebesar 20 persen untuk menopang pertumbuhan Pendapatan Bunga Bersih sebesar 30 persen. Perseroan akan meningkatkan pola kemitraan serta ekspansi pelayanan jasa perbankan untuk mencapai target pertumbuhan Pendapatan nonbunga sebesar 25 persen. Sedangkan dalam triwulan I-2012 pertumbuhan kredit telah mencapai sekira 20 persen.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement