JAKARTA - PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPSA) mengaku tengah mencari pinjaman sebesar Rp36,05 miliar untuk ekspansi perusahaan.
"Untuk membeli lahan produksi dan dua bangunan nilainya Rp51,5 miliar," kata Direktur Independen YPSA Rinawati, saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Jumat (25/5/2012).
Adapun dana untuk pembelian tanah dan bangunan tersebut, menurutnya, akan diperoleh dari pinjaman perbankan dan kas internal. Dia menambahkan, untuk pinjaman perbankan memiliki porsi 70 persen.
"Lebih banyak memang dari bank. 70 persen dari bank, rasionya minimal 2:1," imbuhnya.
Saat ini, lanjut dia, sudah ada pembicaraan dengan dua hingga tiga perbankan dalam negeri demi memperoleh fasilitas pinjaman tersebut. Sayangnya, dia masih enggan menyebut perbankan mana yang dimaksud.
Di sisi lain, perseroan menargetkan setidaknya salah satu dari dua bangunan yang akan dibeli sudah bisa ditempati pada kuartal III-2012."Realisasinya kuartal III-2012, rencana begitu," demikian disampaikan Rinawati.
Selain itu, perusahaan yang bergerak dalam industri plastik dan karung ini juga memiliki utang jatuh tempo kepada Bank DBS sebesar Rp12 miliar.
"Jatuh tempo itu tidak harus kita lunasi tahun ini semuanya. Dalam artian, angsurannya mulai berjalan akhir tahun ini," katanya.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.