JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan, implementasi pembangunan industri nasional di seluruh daerah dengan dua pendekatan, yaitu pendekatan top-down dan bottom-up. Pendekatan itu dilakukan secara sinergi dan terintegrasi.
Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, pendekatan top-down dilakukan melalui pengembangan 35 klaster industri prioritas yang dipilih berdasarkan kemampuan nasional untuk bersaing di pasar domestik dan internasional. Sedangkan pendekatan bottom-up, kata dia, dilakukan melalui pengembangan industri pengolahan produk-produk unggulan daerah.
“Berdasarkan cita-cita bangun industri nasional tahun 2025, cabang industri yang akan dijadikan andalan di masa depan adalah industri agro, industri alat angkut, dan industri telematika,” kata Hidayat di Jakarta, Jumat (25/5/2012).
Pengembangan industri tersebut, kata dia, akan berjalan dengan lancar apabila kita mampu memperkokoh struktur basis industri manufaktur, di antaranya berupa industri barang modal, kimia dasar, tekstil, alas kaki, elektronika, dan komponen.
Untuk itu, menurutnya, daya saing industri nasional perlu ditingkatkan, sehingga bisa menghasilkan produk-produk olahan yang mampu bersaing di pasar global, dan lebih selektif dalam menghadapi liberalisasi perdagangan dalam rangka melindungi kepentingan nasional.
“Selain itu, pemerintah juga mendorong tumbuhnya hilirisasi industri khususnya bagi industri berbasis sumber daya alam sehingga dapat memberikan nilai tambah yang tinggi, menarik investasi yang lebih besar, dan banyak menyerap tenaga kerja,” jelasnya.
Berbagai upaya, kata dia, dilaksanakan melalui akselerasi industrialisasi yang dijalankan pada jangka menengah tahun 2012-2014 melalui lima strategi utama, yaitu mendorong partisipasi dunia usaha dalam pembangunan infrastruktur, percepatan proses penyelesaian hambatan birokrasi, reorientasi kebijakan ekspor bahan mentah dan sumber energi, mendorong peningkatan produktivitas dan daya saing, serta meningkatkan integrasi pasar domestik.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.