>

Merancang Taman di Lahan Sempit

Senin, 11 Juni 2012 - 09:53 wib | -

Merancang Taman di Lahan Sempit
MEMBUAT taman tak selamanya membutuhkan lahan yang luas. Lahan kecil pun bisa Anda sulap menjadi taman yang indah dan asri. Bagaimana caranya?

Hadirnya taman pada sebuah hunian bak oase pemberi kesegaran. Tak hanya menjadi penyejuk mata, tetapi juga menyejukkan suasana. Taman juga bisa menjadi sarana untuk refreshing. Namun, banyak orang yang patah arang duluan sebelum membangun taman di hunian mereka. Apalagi penyebabnya kalau bukan karena keterbatasan lahan. Memang dalam menciptakan sebuah taman,lahan yang luas adalah faktor yang paling utama.

Namun, bagi Anda yang memiliki lahan terbatas,jangan langsung berkecil hati. Ada beberapa cara untuk menyiasatinya, seperti dengan menanam rumput, membuat kolam, hingga taman yang didesain dengan cermat dan memadupadankan beberapa material yang pas.

"Pemilihan layout dan material softscape, hardscape, serta beberapa warna dan bentuk taman adalah syarat utama membuat taman di lahan terbatas seperti di halaman rumah," ungkap arsitek lanskap Herlin Wibowo.

Alangkah baiknya saat ingin membuat taman hendaknya direncanakan dengan cermat, mulai dari material, lahan, hingga dana yang tersedia agar hasilnya pun indah. Walaupun lahan yang tersedia amat terbatas, tetapi Anda harus tetap menyiapkan perencanaan yang matang. Jika mungkin, siapkan rancangan gambar taman dengan konsep yang Anda inginkan. Setelah itu, siapkan lahan dan aneka tanaman yang hendak ditanam serta kelengkapan lainnya.

"Tentukan terlebih dahulu desain taman seperti apa yang hendak dibuat, tanaman yang ingin digunakan, kelengkapan misalnya kolam, gazebo, dan furniture outdoor, ataupun efek pencahayaan yang ingin di tampilkan," tambah Herlin. Anda pun bisa memilih konsep taman seperti apa yang diinginkan. Mulai dari taman dengan nuansa serba hijau yang dilapisi rumput hingga konsep taman yang penuh dengan beragam bunga warna-warni.

Bisa juga dipadukan dengan nuansa tropis sehingga tampilan halaman Anda semakin sedap di pandang mata. Jika konsep sudah matang, tinggal menyamakan lahan yang tersedia. Persiapan lahan meliputi penggalian dan perbaikan tanah, seperti pengukuran, penggemburan, dan pemberian pupuk yang dilakukan secara berkala.

"Pemberian pupuk di dalam tanah untuk taman sebenarnya penting untuk mematikan unsur hara yang terdapat di dalamnya serta membantu agar tanah lebih subur," ungkap Herlin.

Namun, seringkali proses persiapan lahan cenderung tidak diperhatikan.Sebagian dari Anda ingin cepat-cepat langsung menanam tanpa memperhitungkan apakah lahan yang tersedia cukup baik atau tidak. "Untuk penanaman sebaiknya dimulai dari tanaman pelindung yang tinggi, kemudian berlanjut ke tanaman yang rendah, yang terakhir baru tanaman penutup tanah," ujar dia.

Sebagai pemanis di taman, Anda pun bisa memasukkan unsur hardscape di dalamnya. Seperti pot, batu, kerikil, lampu, bangku taman dan aksesori lain yang akan digunakan untuk melengkapi taman, baik secara fungsional maupun estetis.

"Penempatan elemen hardscape biasanya dilakukan setelah penanaman. Tambahkan tanaman di dalam pot dekoratif yang cantik di sudut taman. Bila bosan, posisi pot pun bisa diubah," ujar dia.

Jika semua tahap telah dilakukan,saatnya untuk kegiatan pembersihan. Singkirkan semua sampah atau kotoran yang ada, kemudian lakukan penyiraman secukupnya. Jangan lupa, untuk melakukan pemeliharaan berupa pemangkasan dan penyiraman secara teratur sesudahnya.Ini untuk tetap menjaga agar tanaman di taman bisa tumbuh subur dan indah.

(Aprilia S Andyna/Koran SI)
(NJB)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Sekilas Mengenai Aliran Modal Asing RI