SBY: G20 Harus Segera Atasi Krisis Eropa

Martin Bagya Kertiyasa - Okezone
Senin, 18 Juni 2012 08:58 wib
Presiden SBY. (Foto: Setneg)
Presiden SBY. (Foto: Setneg)
LOS CABOS- Pemimpin Eropa yang tergabung dalam Kelompok 20 menerima ultimatum untuk segera membantu menghentikan ketidakpastian dalam kondisi perekonomian global, dan meningkatkan upaya mereka melawan krisis keuangan. Hal tersebut, diungkapkan pimpinan negara berkembang yang hadir dalam Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) di Meksiko.

Dalam pertemuan tersebut, China menekan para pemimpin dunia untuk memberikan sinyal positif pada pasar gloabal. Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memperingatkan bahwa gejolak di kawasan euro, kawasan dengan 17 negara tersebut, telah berimbas kepada Asia Tenggara, dan berpotensi meningkatkan harga minyak mentah. SBY menambahkan, dia sangat prihatin dengan skala guncangan krisis di zona euro, dalam pidato di resor Meksiko Los Cabos.

"Saya berharap ada satu cara atau cara lain bagi Eropa untuk mencapai kesepakatan mengenai metode yang digunakan untuk mengelola krisis. Tidak adanya jalan keluar tersebut akan menjadi konsekuensi bagi kita semua," ungkap SBY, seperti dilansir dari Bloomberg, Senin (18/6/2012).

Pertemuan G-20 di Los Cabos selama dua hari ini, merupakan pertemuan yang didominasi oleh isu mengenai krisis keuangan di zona Eropa, dan dampaknya terhadap ekonomi global. Sementara pemilihan umum di Yunani yang dimenangkan oleh partai probailout, mengurangi resiko didepaknya Negeri Para Dewa tersebut dari euro. Fokus lainnya yakni biaya imbal hasil Spanyol yang melambung.

Di kesempatan yang sama, Presiden Bank Dunia Robert Zoellick, mengatakan para pemimpin Eropa telah meningkatkan ketidakpastian pasar melalui langkah "tambahan modal" mereka. Zoellick mengatakan, pengumuman penyelamatan perbankan sebesar 100 miliar euro (USD125 miliar) untuk Spanyol itu ceroboh.

"Pertemuan ini dilangsungkan pada saat kritikal, karena kami sedang menunggu kepastian zona Eropa untuk mensinyalkan apa yang akan kita lakukan," kata Zoellick.

"Bahaya yang diciptakan karena adanya kebijakan yang salah, dapat meningkatkan ketidakpastian dan membuat pasar lebih gugup," tambah dia.

Putaran pertama KTT G-20 akan dimulai besok, di tengah ekonomi global terendah sejak resesi 2009. Empat peserta dari zona euro, yakni Kanselir Jerman Angela Merkel, Presiden Perancis Francois Hollande, Perdana Menteri Italia Mario Monti dan Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy. Para pemimpin Uni Eropa mengadakan pertemuan puncak mereka sendiri di Brussels 28-29 Juni untuk membahas perekonomian di zona tersebut.

Presiden China Hu Jintao, dalam situs Kementerian Luar Negeri China, mengatakan G-20 harus mengadopsi pendekatan konstruktif dan kooperatif untuk mendorong dan mendukung upaya Eropa dan bersama-sama memberikan keyakinan kepada pasar. (mrt)
  • purplelation » 0 Tanggapan
    Pak SBY harus berhenti menghimbau, tetapi menyadarkan dunia dengan lebih tegas mengatakan bahwa ini perlu join action dari seluruh negara anggota untuk menanggulangi krisis yang terjadi!
    Beri Tanggapan Laporkan
  • loveid » 0 Tanggapan
    negara sendiri aja belum bener!!!
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
BACA JUGA ยป