Ads

Pertamina Akuisisi 32% Saham Perusahaan Migas Venezuela

Pertamina Akuisisi 32% Saham Perusahaan Migas Venezuela

Ilustrasi. (Foto: Okezone)

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) mengaku telah mengakuisisi 32 persen kepemilikan saham Petrodelta, S.A, Venezuela, perusahaaan migas yang sahamnya telah tercatat di bursa New York.

Perusahaan migas pelat merah ini telah menandatangani Share Purchase Agreement (SPA) dengan Harvest Natural Resources Inc (HNR).

Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan berharap dengan akuisisi ini, Pertamina berharap dapat bekerjasama lebih erat dengan Petróleos de Venezuela, S.A. (PDVSA), perusahaan migas nasional milik Pemerintah Venezuela untuk mempercepat pengembangan cadangan milik Petrodelta yang substansial dan bermanfaat bagi seluruh pemegang saham.

"Penyelesaian (closing) transaksi akan dilakukan setelah terpenuhinya beberapa prasyarat yaitu persetujuan pemegang saham Pertamina, persetujuan pemegang saham HNR, serta persetujuan dari pemerintah Venezuela," ujar Karen dalam siaran pers, Jumat (22/6/2012).

Sebagai informasi, Petrodelta adalah operator dan pemegang hak konsesi dari pemerintah Venezuela hingga 2027 untuk mengeksplorasi, mengembangkan, memproduksikan, dan mengelola blok migas yang terdiri dari lapangan Uracoa, Bombal, Tucupita, El Salto, El Inseno dan Temblador, dengan keseluruhan cakupan wilayah seluas 1.000 kilometer persegi.

Berdasarkan sertifikasi dari Ryder Scott pada 2012, lapangan Petrodelta mengandung cadangan terbukti dan mungkin dengan total sekira 486 juta barrel ekuivalen minyak bumi (mmboe). Kandungan cadangan hidrokarbon tersebut lebih besar dibandingkan dengan cadangan Blok Cepu yang merupakan penemuan terbesar di Indonesia selama 10 tahun terakhir.

Saat ini saham Petrodelta dimiliki Corporación Venezolana del Petróleo, S.A. (CVP), anak perusahaan PDVSA, dengan kepemilikan efektif 60 persen dan Vinccler O&G Tech, perusahaan lokal Venezuela dengan kepemilikan saham efektif delapan persen. (gna)
(rhs)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    Baca Juga

       Laba Anjlok, Astra Salahkan Sektor Automotif & Agribisnis

    Laba Anjlok, Astra Salahkan Sektor Automotif & Agribisnis