Ilustrasi. (Foto: Corbis)
WASHINGTON - Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) pada kuartal pertama tumbuh di kisaran 1,9 persen. Pertumbuhan ini, lebih lambat dari perkiraan beberapa ekonom.
Departemen Perdagangan AS memperkirakan tidak ada perubahan dalam untuk proyeksi kuartal ketiga dan keempat dari periode Januari-Maret. Pertumbuhan lebih lambat tercatat untuk belanja konsumen yang diimbangi dengan pertumbuhan lebih cepat dalam investasi bisnis.
Sebagian besar ekonom mengatakan, pertumbuhan ekonomi AS dimungkinkan stagnan atau bahkan melemah. Selain itu, lambannya pertumbuhan tenaga kerja, serta berkurangnya kepercayaan konsumen dan bisnis cenderung menahan laju pertumbuhan ekonomi AS April-Juni.
Namun demikian, pertumbuhan sekira 1,9 persen ini diperkirakan dapat menghasilkan sekira 90 ribu lapangan pekerjaan per bulan. Namun, angka tersebut terlalu lemah untuk menurunkan tingkat pengangguran, yang saat ini berada di 8,2 persen.
Di sisi lain, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan jumlah orang yang mencari tunjangan pengangguran mingguan jatuh. Namun tidak cukup untuk menimbulkan sinyal pekerjaan yang kuat pada Juni ini. Aplikasi pengangguran memang tercatat turun 6.000 ke 386 ribu. Akan tetapi, ketika aplikasi berada di angka 375 ribu, umumnya menandakan rekrutmen pekerjaan tidak cukup kuat untuk menurunkan tingkat pengangguran dengan cepat.
Sementara untuk belanja konsumen menyumbang sekira 70 persen bagi kegiatan ekonomi. Atau tumbuh 2,5 persen pada kuartal pertama, namun sedikit di bawah perkiraan 2,7 persen sebelumnya.
Ekonom senior BMO Capital Markets, Jennifer Lee, mengatakan pertumbuhan di investasi bisnis terutama disebabkan oleh pengeluaran lebih pada bangunan dan pabrik. Ini bisa menjadi tanda bahwa bisnis tengah berkembang.
Di samping itu, data pembangunan rumah tumbuh sebesar 20 persen secara tahunan, lebih baik dari yang diperkirakan bulan lalu. Banyak ekonom mengatakan pasar perumahan akhirnya mulai pulih, dan industri perumahan akan berkontribusi terhadap pertumbuhan tahunan untuk pertama kalinya dalam lima tahun.
"Jadi tidak ada perubahan. Tapi komponen menunjukkan adanya investasi kuat dalam bisnis dan perumahan. Namun, pertumbuhan lebih lambat dalam belanja konsumen sangat penting dan perdagangan," kata Lee seperti dilansir dari AP, Jumat (29/6/2012).
Beberapa ekonom berharap belanja konsumen bisa naik pada semester kedua tahun ini. Mereka menunjuk harga gas yang lebih rendah, akan memberikan kesempatan pada orang Amerika lebih banyak uang untuk dibelanjakan pada liburan, furnitur, makanan keluar dan pembelian diskresioner lainnya.
Tetapi beberapa analis memperingatkan bahwa tanpa pekerjaan lebih dan kenaikan gaji yang lebih baik, maka banyak orang akan menghabiskan uang lebih cepat dari memperolehnya.
Ada beberapa harapan positif membaiknya perekonomian AS. Karena, pabrik-pabrik AS menerima lebih banyak pesanan untuk barang tahan lama pada Mei, dan penjualan rumah naik dari tahun lalu, harga rumah meningkat di sebagian besar kota.
Namun, The Federal Reserve telah menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk tahun ini, menjadi 1,9 persen dari 2,4 persen pada 2012 ini. Proyeksi ini, 0,5 persen lebih rendah dari estimasi sebelumnya pada bulan April. Dan berharap tingkat pengangguran tidak akan merosot lebih dalam lagi. (mrt)