Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ambil Alih JSS, Pemerintah Ganti Biaya Konsorsium Banten-Lampung

R Ghita Intan Permatasari , Jurnalis-Selasa, 03 Juli 2012 |15:47 WIB
  Ambil Alih JSS, Pemerintah Ganti Biaya Konsorsium Banten-Lampung
Ilustrasi. (Foto: Situs BPJT)
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah akan mengganti biaya pra feasibility Study (FS) atau pra uji kelayakan pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS). Dana tersebut, telah dikeluarkan oleh Konsorsium Banten-Lampung yang termasuk di dalamnya Artha Graha Network.

Sebagai pemrakarsa, konsorsium mendapat tugas pemerintah untuk menyiapkan persiapan proyek termasuk studi kelayakan atau FS seperti yang diatur dalam Peraturan Presiden No. 86 Tahun 2011.

"Pemrakarsa belum ngapa-ngapain juga. Tapi nanti pra FS-nya kita hargai kita hitung. FS-nya nanti pemerintah langsung yang tangani melalui Kemen-PU," ungkap Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Bambang Brodjonegoro, kala ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (3/7/2012).

Bambang melanjutkan, akan dilakukan revisi dalam Perpres no.86 tahun 2011 terkait FS dalam pembangunan JSS tersebut. Dia menambahkan, revisi yang dilakukan terhadap Perpres tersebut dikarenakan agar mendapatkan perserta tender yang dinilai dapat melakukan pembangunan JSS tersebut dengan baik.

"Sekarang gini, lebih bagus mana kita dapatkan peserta dari berbagai negara yang sudah teruji dibanding dengan pemrakarsa yang sekarang pun masih berupaya gandeng investor, jadi lebih baik sudahlah. Lagipula FS-nya kan kita juga lebih baik pemerintah saja yang bikin. Apalagi ini proyek besar juga, Rp100 triliun lebih gitu kan," paparnya.

Menurutnya, dalam pembangunan JSS tersebut tidak ada intervensi dari pemerintah. Bambang menilai bahwa sistem yang terbaik yang dilakukan dalam proses tender pembangunan JSS tersebut adalah penawaran internasional.

"Tidak sama sekali, Pak Menteri mikirnya adalah sistem yang terbaik adalah internasional bidding, jadi bukan karena si ini punya, ini punya, itu bukan.
Jadi yang terbaik misalnya yang konsorsium yang dibilang tadi bisa ikut dan bisa menang ya kita nilai secara fair," tukas dia.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement