JAKARTA - Pemerintah mengadakan rapat koordinasi (Rakor) guna membahas kerjasama bilateral antara Presiden Susilo Bambang Yudahoyono (SBY) dengan Kanselir dari Jerman, dengan menekankan Lima Plus satu sektor.
Menteri Koordinator (Menko) Perkonomian Hatta Rajasa menjelaskan, rakor tersebut diadakan guna persiapan kunjungan kanselir Jerman Angela Merkel. Selain itu juga mempersiapkan bahan-bahan bilateral yang akan dipresentasikan presiden.
"Kita menyiapkan bahan-bahan untuk pertemuan bilateral Bapak Presiden dengan Jerman," kata Hatta Rajasa, di Gedung Graha Sawala, Jakarta, Senin (9/7/2012).
Adapun dalam rakor tersebut ada masukan-masukan dari para menteri yang hadir, terutama ditekankan pada sistem lima plus tiga sektor.
"Masukan-masukan dari para menteri terkait, terutama hubungan kita akan ditekankan untuk lima plus tiga sektor," tambah Hatta.
Hatta menjelaskan, lima plus tiga tersebut adalah, trade-investment and development. Kedua, kesehatan. Ketiga, riset dan teknologi. Keempat, pendidikan. Serta kelima adalah pertahanan. Kemudian, tambahnya, plus tiga adalah food security, energy security, dan transportasi.
"Semua kerjasama ini akan ditekankan betul. Kunjungan Jerman ini memiliki makna yang sangat tinggi karena beliau khusus datang ke Indonesia. Kita jangan sampai kehilangan momen," tutup Hatta.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.