JAKARTA - Pemerintah meminta masyarakat Indonesia melihat rencana RI meminjami utang IMF sebesar USD 1 miliar dari kacamata yang berbeda.
"Coba lihat dari sisi kedudukan Indonesia saat ini. Supaya kita meyakini bahwa kita ini maju. Kalau dulu duta besar IMF datangnya begini kan (sambil melipat tangannya) sekarang mereka datangnya lain. Liatnya dari sisi itu," ungkap Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa ditemui di Istana Negara, Jakarta, Senin (9/7/2012)
Hatta mengakui, pada 2008 lalu IMF memang salah intervensi ekonomi di Indonesia, sehingga menimbulkan krisis keuangan yang dahsyat.
"Dulu waktu si claus (Strauss Kann) ke sini, (utang) tanpa syarat apapun juga kita mau. Karena kita tidak memerlukan utang. Nah sekarang Indonesia itu anggota G20 dan Eropa sedang mengalami kesulitan. Sementara IMF memerlukan dana USD 430 miliar," lanjut dia.
Jika Indonesia diam saja dan tidak memberikan bantuan, maka di mata internasional, Indonesia akan dianggap sebagai negara yang tidak peduli.
"Kalau kita diam saja apa kata internasional sementara dari sisi kita kalau terjadi kesulitan ekonomi dunia kita juga kena dampaknya," tambahnya.
Bahkan, besan Presiden SBY ini menyebut bahwa dengan membantu IMF, maka berarti tangan di atas lebih baik.
"Yang tidak boleh itu tangan di bawah dan kita harus bekerja keras. Kita membantu dalam kesulitan ekonomi global keuangannya tidak hilang. Ini baru pandangan saya, belum menjadi suatu keputusan," tandasnya. (gna)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.