JAKARTA - Adanya emiten yang nyaris dihapuskan pencatatan sahamnya (delisting) dari pasar modal diakui sebagai hal positif bagi para investor.
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito mengaku, hal tersebut bisa menjadi perhatian khusus bagi para investor jika ingin berinvestasi saham di pasar modal.
"Positif untuk investor agar tidak beli kucing dalam karung, istilah saya begitu," kata Ito, saat ditemui usai pelantikan Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), di Mahkamah Agung (MA), Jakarta, Jumat (20/7/2012).
Ito menekankan, kualitas perusahaan yang sudah mencatatkan nama di pasar modal memang harus terus dijaga. Jika emiten tersebut ternyata terbukti tidak memenuhi aturan yang ada, maka sudah sepatutnya pula BEI menghapus pencatatan sahamnya.
"Oleh karena itu, bagi para investor dalam membeli saham hendaknya harus berhati-hati," imbuhnya.
Namun, lanjutnya, BEI tidak semata-mata harus langsung melakukan delisting terhadap emiten tersebut. BEI pertama-tama harus melakukan review serta kajian terhadap emiten tersebut. Sikap kooperatif atau tidaknya emiten tersebut juga menjadi penilaian tersendiri bagi BEI untuk mengambil langkah selanjutnya.
"Jika kita meminta suatu data, diberikan atau tidak, itu juga menjadi penilaian, bagian dari penilaian BEI," tandasnya.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, saat ini ada dua emiten yaitu PT Davomas Abadi Tbk (DAVO) dan PT Katarina Utama Tbk (RINA) yang dianggap tidak kooperatif terkait belum melaporkan laporan keuangan 2011 dan saat ini sudah dilakukan penghentian perdagangan.
Dua emiten ini, menurutnya, bersikap tidak kooperatif karena sulit dihubungi untuk dimintai keterangan terkait belum memberikan laporan keuangan 2011. Davomas, yang merupakan emiten pengolahan cokelat, tengah dihadapi persolan gagal bayar obligasi perusahaan senilai USD198 juta yang jatuh tempo pada 2014 dengan kupon sebesar 11 persen. (gna)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.