JAKARTA - Ketua Komisi XI DPR-RI Emir Moeis mengaku tidak masalah jika mega proyek Jembatan Selat Sunda dibangun dengan menggunakan dana APBN.
"Tidak apa-apa, APBN kita kan besar. JSS juga kan dananya enggak akan menghabiskan APBN," ungkap Emir di Jakarta, Senin (23/7/2012).
Emir mengisahkan, dahulu Tommy Winata (TW) sempat menawarkan mega proyek JSS kepada Presiden Megawati. Namun, saat itu Mega mempertimbangkan beberapa faktor seperti proyek tersebut berdekatan dengan Gunung Krakatau yang dinilai cukup berbahaya.
"Ibu Mega bukan menolak tapi dia bilang hati-hati karena di Selat Sunda itu ada Gunung Krakatau. Jadi bukan menolak," jelas Emir.
Emir bahkan menyebut, jika Megawati menjabat Presiden lebih dari 2,5 tahun kemungkinan besar proyek itu akan dijalankannya.
"Sayangnya Ibu Mega hanya 2,5 tahun menjabat Presiden jadi belum sempat membuat persetujuan untuk pembangunan jembatan selat sunda ini," tutur Emir.
Menurut Emir, memang daerah Selat Sunda itu agak kritis sehingga perlu hati-hati membangun sebuah jembatan. Harus didesain secara khusus, dan prinsip kehati-hatian tetap diutamakan, karena itu daerah rawan.
"Jangan susah-susah. Sudah dari APBN saja. Jangan uang hasil utangan yang malah dibuat untuk belanja barang atau belanja pegawai," kata Emir singkat.
Emir meyakini proyek JSS memang sudah seharusnya dari APBN, karena kalau dari swasta nantinya anggaran yang dikeluarkan akan terhitung mahal.
"Saat ini APBN kita Rp1.500 triliun, di 2013 mungkin saja Rp1.700 triliun, kenapa kita tidak bisa pakai APBN saja? Itu bisa lah," tutup Emir. (gna)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.