JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memperkirakan kredit tumbuh sebesar 12 persen hingga 14 persen pada semester-II 2012. Maka dari itu, dengan pertumbuhan kredit tersebut diharapkan kredit tumbuh 23 persen hingga 25 persen pada akhir 2012.
Presiden Direktur BBCA Jahja Setiaatmadja mengakui permintaan kredit akan lebih tinggi pada semester kedua. Pertumbuhan kredit akan didukung dari pertumbuhan kredit konsumer.
Meski begitu, ketentuan loan to value seperti Kredit Perumahan Rakyat (KPR) dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) yang dijalankan sejak pertengahan Juni memang diakui akan mempengaruhi pertumbuhan kredit. Meski begitu, Jahja menuturkan, pertumbuhan kredit korporasi diharapkan dapat menopang pertumbuhan kredit pada semester kedua 2012.
"Kami menargetkan kredit tumbuh 23-25 persen pada 2012. Pertumbuhan kredit diharapkan tumbuh 12-14 persen pada semester kedua 2012," ungkapnya, kala ditemui saat konferensi pers kinerja BBCA, di Hotel Kempinski, Jakarta, Senin (30/7/2012).
Jahja melanjutkan, ketentuan loan to value tersebut akan mempengaruhi kredit kendaraan bermotor sekira 10-15 persen. Namun KPR tidak terlalu berpengaruh karena perseroan menyasar KPR untuk kalangan menengah ke atas. Di sisi lain, perseroan belum akan menurunkan suku bunga dasar kredit (SDBK), mengingat bunga kredit perseroan dinilai telah rendah.
"Bunga BCA sudah pasti cocok, dan kita tidak mau menekan lagi. SDBK BCA mulai dari korporasi, konsumer, dan SMI relatif paling rendah," paparnya.
Dia menambahkan, saat ini posisi suku bunga KKB dan KPR di bawah 10 persen. Sementara itu, rata-rata kredit korporasi sekira 8,3 persen, comercial sekira 9,9 persen, SMI sekira 11,3 persen, dan konsumer sekira 8,75 persen.
"Dengan pertumbuhan kredit tersebut, perseroan mengharapkan dapat menjaga rasio kecukupan modal sebesar 14 persen pada 2012," pungkasnya. (ade)
getting time ...