Ilustrasi. (Foto: Okezone)
JAKARTA - Bisnis retail nampaknya mulai digoyang oleh goncangan krisis yang terjadi di Eropa. Salah satu perusahaan retail yaitu PT Trisula International Tbk (TRIS) mengaku jika penjualan ke Eropa mengalami penurunan.
Direktur Utama Trisula, Lisa Tjahjadi menyebut, ekspor ke Eropa mengalami penurunan kurang dari 15 persen. Kendati demikian, kinerja ekspor ini dapat ditopang dari peningkatan ekspor ke Jepang dan Australia.
"Ekspor ke Jepang kontribusinya hingga 25-30 persen sementara ke Australia hingga 30 persen," katanya saat ditemui di Sari Kuring, Jakarta Selasa (31/7/2012) malam.
Selain dua negara tersebut, Trisula juga tengah mengaku memperoleh pesanan ang diekspor ke negara lain seperti Malaysia, Singapura, dan Macau. Sayangnya, negara-negara tersebut kontribusinya masih terbilang kecil. "Kalau China kita tahu sendiri, retail disana juga seperti apa," tuturnya.
Sebagai informasi, perseroan yang baru saja mencatatkan nama di BEI pada tahun ini baru saja menyelesaikan akusisinya dengan PT Trisco Tailored Apparel Manufacturing (TSC) dengan nilai Rp27,8 miliar.
Dengan demikian, jumlah anak usaha perseroan menjadi empat perusahaan yaitu PT Tritirta Saranadamai, PT Trisula Garmanindo Manufacturing, PT Trimas Sarana Garment Industry.
Hingga 2012, perusahaan sudah memiliki 165 gerai yang berada di seluruh mal di Indonesia. Penjualan perusahaan melalui departemen store yaitu Seibu, Sogo, Metro, Debenhams, Centro, Matahari, Yogya, Pasaraya, Sarinah dan lainnya. (mrt)