>

Pemerintah Bojonegoro Segera Keluarkan Izin Proyek Banyu Urip

|

Pebrianto Eko Wicaksono - Okezone

Ilustrasi: Corbis

Pemerintah Bojonegoro Segera Keluarkan Izin Proyek Banyu Urip
JAKARTA - Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) menyebut pemerintah daerah kabupaten Bojonegoro segera mengeluarkan izin prinsip untuk pembangunan tujuh fasilitas operasi produksi dalam proyek engineering, procurement and construction  (EPC-5) dari proyek pengembangan penuh Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu.

Wakil Kepala BP Migas J widjanarko mengatakan dengan adanya kepastian akan diterbitkannya Izin Mendirikan Bangunan (IMB) tersebut maka seluruh izin yang diperlukan untuk proyek pengembangan penuh lapangan Banyu Urip telah terpenuhi semua.

Sementara Pemerintah Daerah Bojonegoro menyampaikan bahwa hal utama yang mereka inginkan adalah kehadiran proyek tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Bodjonegoro.

"Pembangunan fasilitas operasi produksi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari operasi Mobil Cepu Ltd selaku operator Lapangan Banyu Urip," kata Widjanarko dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (15/8/2012).

Sedangkan Kepala Dinas Hubungan Kemasyarakatan dan Kelembagaan BP Migas A Rinto Pudyantoro menambahkan dalam rangka mendukung pemberdayaan masyarakat di sekitar daerah operasi tersebut akan dibuatkan sarana penunjang operasi di luar. Namun berdekatan dengan daerah operasi berupa fasilitas penunjang.

"Yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat seperti klinik, fasilitas olahraga dan fasilitas lain yang akan dibahas lebih lanjut secara lebih tehnis. Ini merupakan salah satu bentuk manfaat kehadiran proyek Cepu bagi masyarakat sekitar," ungkap Rinto.
 
Sebagai informasi, lapangan Banyu Urip merupakan proyek minyak yang diharapkan bisa meningkatkan produksi minyak nasional. Dengan cadangan sekira 450 juta barel minyak, Banyu Urip merupakan lapangan dengan cadangan minyak terbesar yang masih belum tereksploitasi.

Saat ini, produksi minyak Banyu Urip berada di kisaran 20 ribu barel per hari. Angka ini diharapkan akan mencapai 165 ribu barel per hari saat fasilitas pengembangan penuh selesai dibangun.

Pembangunan fasilitas produksi penuh Lapangan Banyu Urip merupakan pekerjaan besar dengan kompleksitas yang tinggi. Fasilitas tersebut mencakup 49 sumur yang terhubung pada tiga anjungan sebuah fasilitas pusat pengolahan, pipa sepanjang 95 kilometer untuk mengalirkan minyak ke fasilitas penyimpanan dan alir-muat terapung (Floating Storage and Offloading/FSO) bermuatan minimal 1,7 juta barel dan kapal tanker yang akan mengangkut minyak dari FSO tersebut.
 
Pekerjaan ini dibagi ke dalam lima kontrak EPC dengan total nilai kontrak sekira USD1,3 miliar. Kelima kontrak tersebut adalah kontrak fasilitas proses produksi (EPC1), kontrak jalur pipa darat berdiameter 20 inci sepanjang 72 kilometer (EPC2), kontrak jalur pipa laut dan menara tambat (EPC3), kontrak fasilitas penyimpanan dan alirmuat terapung (EPC4) dan kontrak fasilitas infrastruktur dan waduk penampung air injeksi (EPC5) dimana semua kontrak sudah ditandatangani. (gna)
(rhs)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    20 Perusahaan yang Disegani