>

Entas Kemiskinan, SBY Andalkan 4 Klaster

Kamis, 16 Agustus 2012 - 10:56 wib | R Ghita Intan Permatasari - Okezone

Ilustrasi. (Foto: Koran SI)

 Entas Kemiskinan, SBY Andalkan 4 Klaster
JAKARTA - Pemerintah berusaha mewujudkan penghidupan yang mapan melalui sinergi program pemberdayaan masyarakat, pengembangan usaha kecil, menengah, dan mikro, serta program-program prorakyat.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengtakan, seluruh program penanggulangan kemiskinan akan bertransformasi ke dalam bentuk program yang dapat memenuhi kebutuhan dasar dari seluruh masyarakat secara merata, termasuk menjamin terciptanya pemenuhan pendapatan masyarakat. Dia melanjutkan, upaya peningkatan pendapatan diiringi dengan usaha menjaga daya beli masyarakat.

"Inflasi kita jaga pada tingkat yang aman sehingga menjamin keterjangkauan dan aksesibilitas barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat," kata dia dalam pidato kenegaraannya, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (16/8/2012).

SBY menjelaskan, untuk mengentaskan kemiskinan, pemerintah telah menggulirkan program melalui empat klaster. Klaster pertama, berupa bantuan langsung raskin, BOS, dan Program Keluarga Harapan.

Klaster kedua, mengembangkan PNPM Mandiri. Klaster ketiga, program berbasis usaha kecil, mikro, dan menengah melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Corporate Social Responsibility (CSR).

"Klaster keempat melalui program rumah murah, angkutan umum murah, air bersih dan listrik yang makin merata, serta peningkatan kehidupan nelayan dan masyarakat miskin di perkotaan," katanya.

Selain itu, pemerintah juga terus memikirkan dan mengupayakan peningkatan kesejahteraan para buruh, baik menyangkut upah yang makin layak maupun bentuk-bentuk kesejahteraan yang lain. Menurutnya, dunia usaha makin tumbuh dan berkembang, dan pertumbuhan itu juga membawa serta peningkatan bagi kesejahteraan para buruhnya.

"Oleh karena itu, keterpaduan dan kerjasama tripartit perlu  terus didorong dan dihidupkan," tegas SBY.
(mrt)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Harga BBM Subsidi Harusnya Naik 3 Tahun Lalu