Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sistem Eror, Sekuritas & Investor yang Paling Dirugikan

Rizkie Fauzian , Jurnalis-Selasa, 28 Agustus 2012 |17:46 WIB
Sistem Eror, Sekuritas & Investor yang Paling Dirugikan
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Terganggunya sistem perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) tentunya memberikan dampak kerugian kepada beberapa pihak. Namun, menurut Direktur Utama BEI Ito Warsito pihak BEI yang dirugikan.

"Dalam hal ini, investor tidak dirugikan akibat terganggunya sistem perdagangan di BEI. Namun BEI yang rugi karena tidak ada pendapatan yang masuk," katanya di BEI, Jakarta, Selasa (28/8/2012).

Menanggapi hal tersebut, analis saham Sinarmas Sekuritas James Wahjudi mengatakan bahwa sebenarnya dua pihak yang terkena dampak kerugian transaksi volume dan value yang jauh berkurang.

Sementara dari sisi sekuritas juga berdampak pada keuntungan perhari yang menurun, dari sisi investor juga tentunya terkena dampak yang sama. "Yang tadinya mau trading, tapi karena perdagangan kacau, jadi istilahnya kaya nahan barang," Katanya kepada Okezone, Selasa (28/8/2012).

Saat ditanya kerugian pada Sinarmas Sekuritas, James mengatakan mengalami kerugian. "Namun jumlahnya berapa saya kurang tahu," kata dia.

Transaksi nilai perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) setiap harinya mencapai angka Rp4 triliun-Rp5 triliun. Namun adanya gangguan pada transaksi perdagangan Senin 27 Agustus kemarin membuat transaksi menurun.

"Nilai transaksi di BEI kemarin hanya mencapai Rp1 triliun. Sedangkan pada hari normal, rata-rata transaksi harian BEI bisa mencapai Rp4 triliun hingga Rp5 triliun," kata Ito Warsito.

Pihaknya pun akan me-review kembali semua sistem yang ada, serta meninjau tentang kelemahan yang ditemukan.

(Widi Agustian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement