>

Terdampak Krisis, Harga CPO Kian Melemah

|

Wahyudi Siregar - Okezone

Ilustrasi. (Foto: Koran SI)

 Terdampak Krisis, Harga CPO Kian Melemah
MEDAN - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Sumatera Utara (Sumut) mencatat kecenderungan harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) yang berfluktuasi dengan tren melemah. Saat ini harga CPO berada di kisaran Rp7.900-Rp8.700 per kilogram (kg)

Bendahara Gapki Sumut, Laksamana Adiyaksa, mengatakan, fluktuasi harga dengan tren menurun ini merupakan dampak dari krisis global yang masih dirasakan. Menurunnya permintaan ekspor mendorong penurunan harga di pasar internasional yang tentunya linier dengan harga di tingkat lokal.

"15 Agustus lalu misalnya, tender CPO di Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunaan Nusantara ditutup pada harga Rp7.946 per kg namun 27 Agustus naik menjadi Rp8.708 per kg. Kemudian melemah lagi pada 28 Agustus menjadi Rp8.558 per kg," ungkap dia kepada Okezone, Kamis (30/8/2012) 

"Kalau pergerakan harganya seperti itu ditambah lagi permintaan ekspor yang terus turun, artinya risiko kita sebagai pengusaha semakin besar, dan pastinya berdampak juga pada petani," tambah dia.

Adanya penurunan ekspor CPO yang diduga kuat sebagai penyebab melemahnya harga jual di tingkat lokal, dibenarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Kepala BPS Sumut Suharno menyebutkan volume ekspor CPO di Semester I-2012 turun sebesar 6,51 persen dibandingkan semester yang sama tahun lalu.

"Kalau semester I 2011 devisa dari golongan barang itu masih bisa mencapai USD2,121 miliar, sedangkan di periode sama tahun ini tinggal USD1,983 miliar," Tukasnya.

Penurunan penerimaan devisa dari CPO ini sudah terlihat sejak awal tahun 2012 lalu. Namun semakin hari penurunan tersebut semakin terasa. Adapun negara yang mengalami penurunan ekspor CPO terlihat terjadi ke negara Eropa dan termasuk China yang perekonomiannya cenderung melambat.
(mrt)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Menko Maritim Perlu Didukung Program Efektif