JAKARTA - Fitch Ratings tidak merevisi peringkat utang PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) dan surat utang yang diterbitkannya tetap di default rating, CCC. Termasuk obligasi senilai USD350 juta yang jatuh tempo pada Mei 2015.
Analis Fitch Nitin Soni menjelaskan, kendati telah menghapus status peringkat tersebut dari Rating Watch Negative (RWN), BTEL masih menghadapi risiko gagal bayar atas surat utangnya.
"BTEL terus menghadapi risiko likuiditas untuk 2013," jelas dia dalam keterangan tertulisnya, Selasa (11/9/2012).
Fitch memperkirakan, EBITDA BTEL yang sekira USD115 juta-USD120 juta pada tahun 2013 tidak akan cukup untuk menutupi kewajibannya yang sebesar USD167 juta.
Utang jatuh tempo BTEL pada tahun 2013 antara lain pinjaman perbankan USD15 juta, prinsipal pembiayaan lainnya USD42 juta, utang peralatan USD25 juta, lalu minimal pembayaran bunga USD60 juta dan biaya capex USD25 juta.
Perkiraan belanja modal BTEL yang rendah, yakni USD25 juta untuk 2012 dan 2013 jauh lebih rendah dari rata-rata belanja modal tahunan sekitar USD150 juta selama 2008-2011.
Capex ini juga lebih kecil dibandingkan perusahaan telekomunikasi lainnya. Akibatnya, BTEL bisa kehilangan daya saing terhadap operator GSM yang lebih besar.
"Peringkat ini juga mencerminkan risiko bahwa tanpa pertumbuhan yang menguntungkan yang signifikan, refinancing obligasi USD380 juta jatuh tempo pada Mei 2015 akan menjadi tantangan," jelas dia.
Kendati demikian, status peringkat RWN BTEL dicabut seiring dengan dibayarnya utang obligasinya beberapa waktu lalu.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.