>

Kehidupan "Primitif" ala Masyarakat Modern

|

Hanna Meinita - Okezone

Finca Bellavista (Foto: Silke Gondolf/AOL Real Estate)

Kehidupan
KOSTA RIKA - Bayangkan sebuah dunia yang dibangun di antara pepohonan, di mana warganya berjalan melalui kanopi tanaman merambat berayun, buah dan sayuran yang langsung dipanen, dan makanan segar disiapkan di dapur komunal. Sebuah kawasan hunian yang mandiri sepenuhnya.

Meski hal ini terdengar berlebihan, namun kenyataannya kehidupan seperti itu benar-benar ada di hutan hujan lebat, di selatan Kosta Rika. Disebut "Finca Bellavista" atau peternakan dengan pemandangan yang indah, yang merupakan komunitas rumah pohon modern pertama.

Seperti kebanyakan kisah sukses, kehidupan ala orang primitif ini dimulai dengan mimpi gila yang sedikit naif. Inilah yang dialami pencipta komunitas Finca Bellavista, Erica dan Mateo Hogan. Secara spontan, mereka membangun komunitas ini di atas hutan seluas 62 acre pada 2006. Saat ini, komunitas rumah pohon telah berkembnag menjadi 600 acre di hutan hujan sekunder.

"Kami benar-benar tidak menduga atas tanah dan kesempatan ini. Ide membuat komunitas rumah pohon muncul begitu saja di kepala saya," jelas Erica Hogan, yang pada saat itu merupakan wakil editor di sebuah koran di Crested Butte, Colorado, seperti dilansir AOL Real Estate, Selasa (11/9/2012).

Belakangan, Erica dan suaminya, Mateo mendapatkan kawasan yang belum terjamah, berlimpah dengan sungai arung, satwa liar, dan pemandangan Golfo Dulce. Segala kelebihan itu diyakini menjadi hal yang sempurna untuk membangun sebuah rumah pohon.

"Setelah imajinasi Anda mengambil alih, sulit untuk berhenti. Saya tidak membayangkan hanya satu pohon, saya ingin teman-teman saya di pintu pohon di samping saya. Pada saat itu, hal ini masuk akal dan tampaknya menyenangkan," kata Erica.

Saat itu, pasangan ini terkendala karena tidak memiliki banyak uang untuk membeli tanah seluas 62 acre. Selain itu, mereka harus meyakinkan pemilik tanah tetangga bahwa tanah tersebut tidak akan dibuldoser untuk dibangun vila.

Dengan dukungan dari teman, keluarga, dan masyarakat lokal di Amerika Serikat, mereka akhirnya mampu membeli tanah. Dengan beberapa "kebetulan dan keberuntungan", pemilik tanah pribumi merasa puas bahwa Hogan tidak berencana menebang pohon di hutan tersebut. Warga pribumi pun menjual paket lahan tersendiri untuk pasangan Hogan.

Setelah tantangan awal berhasil diatasi, tantangan selanjutnya muncul. Pasangan Hogan harus membangun rumah dengan struktur dari sumber daya yang ada.

Untuk menjalankan air, misalnya, harus mengikuti gravitasi di mana tangki penampung air hujan dipasang tinggi di atas. Listrik harus dihasilkan melalui panel surya. Rumah pohon dibangun dengan tangan menggunakan kayu hasil panen dari perkebunan jati di dekatnya dan kayu alami manna negru dan corteza dari hutan itu sendiri.

Sumber daya yang terbatas, lingkungan yang lembab, kesalahpahaman budaya, dan buruknya kualitas telekomunikasi di Kosta Rika membuat proses pembangunan semakin sulit. Selama dua tahun pembangunan, pasangan ini harus hidup di tenda berlumpur.

Enam tahun kemudian, Finca Bellavista diperluas menjadi lima rumah pohon dan 25 struktur, termasuk kompleks pusat kegiatan masyarakat. Meski banyak warga yang tidak tinggal di sana sepanjang tahun, komunitas ini masih tetap ramai. Beberapa warga bahkan menjalankan bisnis telekomunikasi dari puncak pohon di Finca. (NJB)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Jembatan Soekarno, Ikon Baru Kota Manado