Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

JK Minta Pertamina Kaji Dampak Sosial Konversi Mitan

Rohmat , Jurnalis-Kamis, 13 September 2012 |17:13 WIB
JK Minta Pertamina Kaji Dampak Sosial Konversi Mitan
Jusuf Kalla (Foto Koran SI)
A
A
A

NUSA DUA - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Pertamina terus mengkaji dampak sosial penerapan kebijakan konversi minyak tanah ke gas mengingat sebagian besar masyarakat penggunanya adalah rakyat miskin.

JK yang hadir sebagai pembicara kunci di hadapan forum World LP Gas Forum ke-25 di Nusa Dua, Bali, mengungkapkan cerita di balik sukses program konversi yang dirintis semasa dirinya menjabat Wapres.

Menurut JK, ada beberapa hal yang mesti dipikirkan Pertamina, yakni melakukan studi guna mengetahui seberapa besar keuntungan didapat, sebagaimana dilakukannya dulu.

Penggunaan mitan, kata dia, memang telah memberi dampak terhadap buruk terhadap lingkungan hidup. Namun saat bersamaan, ada persoalan dihadapi karena pemakai mitan biasanya berkaitan rumah tangga miskin.

"Makanya kita melakukan penelitian terhadap masalah sosial akibat dampak konversi tersebut. Pada 2005, awal rencana konversi ada sekira 50 juta rumah tangga yang menggunakan mitan," paparnya, Kamis (13/9/2012).

Dia melanjutkan, saat masa sulit di awal konversi, mitan disubsidi pemerintah sehingga harganya begitu murah dan terjangkau masyarakat bawah.

"Mereka yang menggunakan LPG kelas atas. Komposisinya 10 persen pengguna LPG, 90 persen mitan," ucapnya.

Diakuinya, program konversi menemukan momentum tepat ketika terjadi gejolak minyak dunia hingga mengalami peningkatan tajam.

"Semua berubah ketika harga minyak meningkat. Dalam pemikiran pemerintah kala itu, kita tak akan menaikkan harga dan menyubsidi mereka," tuturnya.

Solusi diambil pemerintah adalah memperbaiki harga energi dan menaikkan (mencabut subsidi) harga mitan. Pertanyaannya, sambung JK, bagaimana cara melakukan konversi. Pemerintah akhirnya mengambil keputusan, dengan tidak mengubah secara total penggunaan uang oleh masyarakat.

"Kita pelajari bagaimana cara masyarakat menghabiskan uangnya. Rata-rata mereka membeli lima sampai tujuh kali minyak tanah dalam satu minggu," ujar dia.

Sehingga awal 2006, ketika subsidi sangat tinggi, maka yang paling yang memberatkan adalah mitan.

Sekira 60 persen subsidi untuk mitan. Besaran subsidi untuk mitan bisa ditingkatkan sebab yang dilakukan adalah mengubah mitan, yakn bagaimana cara memasak untuk 50 juta orang miskin. (gna)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement