JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tampaknya ragu-ragu untuk menguat kendati sentimen positif bermunculan.
Analis Samuel Sekuritas Indonesia Yualdo Yudoprawiro menjelaskan, bursa Eropa dan AS kembali ditutup menguat meski relatif tipis memfaktorkan sentimen positif dari keputusan pengadilan Jerman yang menyetujui partisipasi Jerman dalam injeksi dana siaga European stability mechanism senilai 500 miliar euro.
Pasar juga mengantisipasi hasil FOMC meeting dengan ekspektasi pemberian QE3 dan perpanjangan periode suku bunga rendah hingga 2015.
Bursa Asia sendiri pagi ini dibuka mixed dengan kecenderungan melemah tipis sentimen positif dari bursa Eropa terkompensasi oleh spekulasi stimulus dari China tidak akan terlalu besar karena justru akan memberikan efek negatif bagi perekonomiannya.
IHSG sendiri diperkirakan akan kembali bergerak sideways dengan kecenderungan melemah seiring pasar global masih wait and see terkait keputusan QE3 dari the Fed.
"Pasar domestik hari ini akan mengantisipasi keputusan BI rate dalam RDG BI serta penetapan suku bunga FASBI yang diekspektasikan naik untuk mengurangi tekanan nilai tukar rupiah," jelas dia dalam risetnya, Kamis (13/9/2012).
IHSG, pada awal perdagangan Kamis (13/9/2012) bergerak flat dengan cuma menguat 0,28 poin atau 0,01 persen menjadi 4.174,38. LQ45 naik 0,19 poin atau 0,03 persen ke 717,4.
Sektor pendukung indeks saham bergerak dua arah. Sektor agri naik 11,44 persen, sektor tambang naik 4,2 poin atau 0,2 persen dan sektor keuangan naik 1,65 poin atau 0,3 persen.
Sementara indeks Asia lainnya tampaknya menghijau. Nikkei naik 45,47 poin atau 0,51 persen menjadi 9.005,53, Hang Seng naik 38,71 poin atau 0,19 persen jadi 20.114 dan Straits Times melemah 11 poin atau 0,36 persen ke 3.018,66.
Nilai transaksi tercatat sebesar Rp144,97 miliar dengan volume sebanyak 178,16 juta lembar saham. Sebanyak 43 saham menguat, 40 saham melemah dan 85 saham stagnan.
Saham yang bergerak menguat (top gainers) antara lain PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) naik Rp1.600 ke Rp14 ribu, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) naik Rp400 ke Rp21.050 dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik Rp350 ke Rp28.300.
Sementara saham yang bergerak melemah (top losers) antara lain PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) turun Rp350 ke Rp19.700, PT XL Axiata Tbk (EXCL) turun Rp300 ke Rp6.400 dan PT Gudang Garam Tbk (GRM) turun Rp250 ke Rp49.500.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.