>

Bank Dunia Nilai Belanja Subsidi RI Terlalu Tinggi

|

Fakhri Rezy - Okezone

Ilustrasi. (Foto: Corbis)

 Bank Dunia Nilai Belanja Subsidi RI Terlalu Tinggi
JAKARTA - Bank Dunia (World Bank/WB) menilai belanja subsidi energi di Indonesia terlalu tinggi dalam RAPBN 2013. Belanja ini akan menghambat fleksibilitas anggaran yang seharusnya dapat digunakan untuk mengantisipasi penurunan pertumbuhan ekonomi dunia.

"Subsidi energi menguntungkan rumah tangga kaya, daripada diarahkan untuk rumah tangga miskin dan menghambat penggunaan energi secara efisien," kata Ekonom Utama dan Penasehat Ekonomi Bank Dunia untuk Indonesia Ndiame Diop, pada seminar Indonesia Economic Quarterly, di Energy Tower, SCBD, Jakarta, Senin (15/10/2012).

Dia mengatakan, subsidi energi telah membawa risiko sehingga mengurangi investasi publik jika subsidi terus dinaikkan. Menurutnya, kegagalan dalam melakukan perbaikan subsidi energi, dan meningkatkan biaya belanja pegawai dalam jangka menengah, dapat menurunkan pertumbuhan ekonomi.

Laporan perkembangan triwulan perekonomian Indonesia edisi Oktober 2012 yang dikeluarkan Bank Dunia, menyatakan belanja subsidi yang meningkat membawa opportunity cost yang tinggi. Ini menambah ketidakpastian terhadap kesehatan fiskal yang akan datang.

Sekadar informasi, subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam RAPBN 2013 memakan 70 persen dari anggaran subsidi energi. Angka ini telah meningkat 41 persen dari APBN-P 2012.

Meningkatnya subsidi BBM, mencerminkan meningkatnya jumlah pengguna kendaraan bermotor. Perbedaan harga antara BBM subsidi dan harga keekonomian membuat potensi kebocoran subsidi sangat besar. (mrt)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Akuisisi, Pilihan Konsolidasi Bank BUMN