>

RI Ajak Timur Tengah Ciptakan Kekuatan Ekonomi

Senin, 15 Oktober 2012 - 17:51 wib | Dede Suryana - Okezone

Menko Perekonomian Hatta Rajasa. (Foto: Koran SI)

RI Ajak Timur Tengah Ciptakan Kekuatan Ekonomi
JAKARTA - Pemerintah Indonesia mengajak seluruh negara di kawasan timur tengah untuk membentuk kerjasama yang erat satu sama lain sehingga tercipta kekuatan ekonomi di daerah tersebut.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengaku akan menyampaikan hal tersebut di Asian Cooperation Dialogue (ACD) yang akan berlangsung di Kwait mulai Selasa (16/10/2012) besok.

"Ketika krisis melanda Eropa saat ini, bangsa-bangsa di Asia harus mengkonsolidasikan diri dan meningkatkan kerjasama untuk kepentingan masyarakat Asia. Sekarang saatnya melakukan aksi nyata sehingga masyarakat asia tidak terkena imbas krisis yang terjadi di Dunia,"kata Hatta Rajasa seusai menghadiri dialog dengan BEM FISIP seluruh Indonesia di Palembang, seperti dikutip Okezone dalam keterangan tertulisnya, Senin (15/10/2012).

Menurut Hatta adanya kerjasama diantara negara-negara asia tersebut akan mengurangi jumlah penduduk miskin di kawasan ini. Sehingga tujuan MDG yang banyak di dengung-dengungkan bisa tercapai.

"Negara-negara kaya penghasil minyak dikawasan Asia harus bisa membantu negara-negara miskin sehingga apa yang mereka dapatkan dari minyak tersebut sebagian juga bisa digunakan untuk membantu membangun masyarakat di kawasan Asia yang masih tertinggal," jelasnya.

Untuk mewujudkan adanya pengurangan penduduk miskin di kawasan Asia, Hatta menilai perlu dibentuk sebuah lembaga donor yang bisa menyalurkan dana bantuan dari negara-negara Asia yang kaya seperti yang akan dilakukan oleh Kuwait dengan menyediakan dana sebesar USD5 miliar untuk membantu pembangunan infrastruktur di negara-negara kawasan.

"Apa yang dilakukan oleh Kwait ini bisa dimanfaatkan oleh negara-negara kawasan Asia dan Afrika untuk meningkatkan pembangunan dan pengurangan kemiskinan," tegas Hatta.

Selain kerjasama dibidang ekonomi, Indonesia juga berharap negara-negara dikawasan Asia juga melakukan kerjasama riset untuk mengembangkan energi terbarukan karena energi yang mengandalkan fosil seperti minyak akan habis dimasa yang akan datang.

"Riset-riset ini perlu untuk menjaga keberlangsungan pasokan energi di dunia. Indonesia siap untuk berkerjasama mencari energi alternatif yang terbarukan," tambahnya.

Indonesia sendiri menilai energi terbarukan saat ini masih cukup mahal yang mencapai di atas 20 sen/kwh. Hal ini jelas sangat berat bagi negara-negara berkembang jika tanpa ada campur tangan dari negara-negara kaya.

"Kalau kita liat pengembangan energi yang menggunakan Angin, Sonar semuanya kan membutuhkan biaya yang tidak sedikit, oleh karenanya perlu duduk bareng antara negara-negara berkembang yang berminat untuk mengembangkan hal tersebut dengan negara-negara kaya dikawasan Asia guna mewujudkan hal ini," lanjut Hatta.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Rudyanto Rubiandini akan mendampingi Menko Perekonimian dalam pertemuan ACD. Dalam pertemuan tersebut beberapa negara dan cendekiawan di bidang energi dan pembangunan akan mengemukakan pemikirannya dalam pembangunan kawasan Asia.

Menteri luar negeri thailand surapong tovichakchaikul, di dalam kapasitas sebagai koordinator acd, menekankan kebutuhan untuk mempromosikan pembangunan ekonomi dan kerjasama di Asia.

"Untuk mencapai kemakmuran, daerah kita harus meningkatkan kerja sama di daerah di mana beragam kekuatan dan aset yang pelengkap," kata Surapong dalam sambutannya di pertemuan tersebut.

Setelah 10 tahun melakukan dialog kini ACD akan memuwujudkan keseriusannya dalam menjalin kerjasama yang erat guna pembangunan ekonomi dan energi dikawasan Asia. (ade)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    DBS Group: Jokowi Naikkan BBM Awal Tahun 2015