JAKARTA - Produk reksa dana belum menjadi pilihan utama dalam berinvestasi di masyarakat khususnya Indonesia. Padahal produk reksa dana sendiri telah diperkenalkan sejak 16 tahun yang lalu.
Oleh karena itu, Asosiasi Pengusaha Reksa Dana Indonesia (APRDI) dengan 45 manager investasi dan penjual reksa dana menyelenggarakaan Pekan Reksa Dana Nasional.
"Agar orang-orang tidak hanya menghabiskan uangnya hanya untuk beli ruko saja, jadi bisa ditarik ke investasi seperti reksa dana ini," kata Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar, di Jakarta, Kamis (18/10/2012).
Mahendra menambahkan, nilai investasi reksa dana di Indonesia menuju 10 persen harus dikomitmenkan dengan lebih kuat, terlepas dari itu, untuk pengurus mendatang, harus ditularkan untuk mencapai tujuan.
"Perlu dirinci masing-masing stakeholder harus melakukan apa, dari mulai asosiasi, lembaga, pemerintah, regulator dan investor sebagai peluang meningkatkan besaran tadi," jelasnya.
Sementara itu menurut Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida mengatakan reksa dana merupakan model bisnis yang pertumbuhannya sangat bergantung pada kepercayaan nasabah karena bisnis ini merupakan bisnis kepercayaan yang bekerja dengan pruden dan memperhatikan risk management.
"Bila dilihat dari Manager Investasinya diharapkan mampu terus berinovasi menciptakan instrumen-instrumen baru, sehingga pertumbuhan investor di masa depan dapat terakomodasi dengan baik," jelas Nurhaida.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.