Kasus Kredit Macet Bank Jatim, Polda Tetapkan 13 Tersangka

Selasa, 23 Oktober 2012 19:27 wib | Nurul Arifin - Okezone

Ilustrasi. (Foto: Okezone) Ilustrasi. (Foto: Okezone) SURABAYA - Akhirnya Polda Jatim menetapkan 13 tersangka atas kasus kredit fiktif  yang mendera Bank Perkreditan Daerah (BPD) Jawa Timur (Bank Jatim) cabang HR Muhammad, Surabaya. Kasus tersebut ditangani oleh Subdit Mondev Dit Reskrimsus Polda Jatim kurang lebih tiga bulan.

Dalam kasus tersebut, bank milik pemda ini 'kebobolan' sampai Rp50 miliar. Menurut Kasubdit Mondev Dit Reskrimsus Polda Jatim AKBP Indarto, Polisi telah memeriksa sejumlah saksi dan pengumpulan alat bukti.  "Total tersangka ada 13 orang atas kasus kredit fiktif Bank Jatim," kata Indarto kepada Wartawan di Mapolda Jatim, Selasa (23/10/2012).

Kata Indarto, 13 tersangka ini terdiri dari karyawan internal Bank Jatim dan sejumlah pihak yang berperan atas pengajuan kredit fiktif tersebut. Dia menambahkan, setelah penetapan 13 tersangka, Polisi akan melakukan penyidikkan terhadap tersangka itu. Sayangnya, Indarto tidak bisa menyebut secara detail identitas tersangka.

"Terkait identitas tersangka masih belum bisa kita publikasikan demi kepentingan penyelidikan," kilahnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, kasus bobolnya Bank Jatim ini terkait dengan  pengajuan kredit untuk untuk proyek milik pemerintah di Kabupaten Mojokerto oleh seorang pengusaha.

Polda Jatim telah memastikan proyek tersebut adalah fiktif. Hal itu diperoleh setelah penyidik turun ke lapangan dan memintai keterangan sejumlah saksi. Diantaranya adalah adalah pegawai di lingkungan Pemkab dan Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto.

"Modusnya adalah debitur agar bisa lolos verifikasi adminitrasi hingga bisa mencairkan dana kredit dari Bank Jatim cabang HR Muhammad dengan mengajukan dokumen dan agunan fiktif," jelas Indarto.

Penetapan tersangka ini bermula dari laporan pihak Bank Jatim ke Polda Jatim dengan  surat laporan LPB/449/VI/2012/SPKT tertanggal 21 Juni 2012,selaku pelapor adalah  Zulkifli Abdul Gani (kuasa hukum Bank Jatim Pusat).

Laporan tersebut dilakukan berdasarkan hasil audit Bank Jatim yang menemukan ada kredit macet KUR senilai  Rp50 miliar dari delapan item pengajuan proyek dan tiga debitur di Bank Jatim Cabang HR Muhammad. (wdi)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »