Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

171 Pegawai Kemenkeu Didisplinkan, 10 Diberhentikan, 6 Dilaporkan ke KPK

Fakhri Rezy , Jurnalis-Rabu, 31 Oktober 2012 |10:06 WIB
 171 Pegawai Kemenkeu Didisplinkan, 10 Diberhentikan, 6 Dilaporkan ke KPK
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Kasus-kasus yang melibatkan pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) telah mencoreng nama Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Pasalnya, kebanyakan orang-orang tersebut berasal dari DJP.

Oleh karena itu, Menteri Keuangan Agus DW Martowardojo meminta maaf kepada negara Indonesia atas adanya kasus-kasus keuangan. Meski demikian, Menkeu mengklaim telah ada 61 ribu pegawainya bisa dipercaya.

"Saya minta maaf kepada Indonesia, kalau masih ada kasus seperti Gayus, Dana, Angga, Wahyono, dan lainnya," kata Agus Marto, dalam keynote speech-nya pada Hari Oeang ke-66, di kantornya, Jakarta, Rabu (31/10/2012).

Menurut dia, saat ini Kemenkeu memiliki sekira 61 pegawai yang dapat dipercaya. Dia melanjutkan, ke-61 orang itu, telah mengikuti managemen kinerja yang diselenggarakan Kemenkeu. "Kita di Kemenkeu pegawainya 61 ribu, saya ingin yang kriteria KPK yang 7.400 pegawai, kita perluas 24 ribu agar melaporkan LHKPN," ujar Agus.

Selain itu, dia telah melakukan penyelidikan terhadap 51 wajib pajak yang berhubungan dengan Gayus. Kemenkeu juga telah memerintahkan Irjen Vincentius Sony Loho yang terus memeriksa para WP. "Sekarang ada 41 WP yang sudah diinvestigasi, Nanti kita lakukan agar bisa kena siapa-siapanya," ujarnya.

Agus mengatakan, PPATK melaporkan 94 transaksi yang mencurigakan. Dari 94 itu diakui setengahnya merupakan transaksi bermasalah. "Dan dari setengah itu ada 171 pegawai kita berikan hukuman disiplin, dari tindakan disiplin itu beragram dari menengah ke berat, dan sekarang ada 10 yang proses pemberentian dan diberhentikan, dan enam ingin dibawa ke KPK," ujar Agus.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement