JAKARTA - Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan program konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) Ke Bahan Bakar Gas (BBG) akan mundur jika Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tidak menyetujui anggaran bahan bakar gas dalam APBN Perubahan 2012 memakai skema tahun jamak (multiyears).
Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini mengatakan, pihaknya meminta Kemenkeu menyetujui anggaran bahan bakar gas dalam APBN Perubahan 2012 memakai skema tahun jamak (multiyears).
"Saya sudah berkali-kali minta agar dana BBG di-multiyears-kan. Tapi, sampai sekarang belum ada keputusan," kata Rudi, di kantornya, Jakarta, Kamis (1/11/2012).
Menurut Rudi, jika usulan skema multiyears tidak dikabulkan, maka program konversi BBM ke BBG yang bertujuan untuk mengurangi penggunaan BBM untuk penghematan pelaksanaannya terancam mundur dari target yang ditentukan.
"Setelah APBN Perubahan disetujui Juni 2012, tidak cukup waktu menyelesaikan target pembangunan SPBG dan konverter kit yang direncanakan sampai akhir 2012," ungkap Rudi.
Rudi menjelaskan, APBN Perubahan 2012 telah mengalokasikan dana program konversi bahan bakar minyak ke BBG sebesar Rp1,8 triliun. Dana tersebut direncanakan untuk pembangunan 33 stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) dan pengadaan 14 ribu konverter kit.
"Sekarang ini, pembangunan SPBG dan konverter kit masih dalam tahap tender dan tinggal menetapkan pemenangnya. Begitu ada keputusan dari Kemenkeu, segera ditetapkan pemenangnya," tutup Rudi.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.