JAKARTA - PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) mencatatkan kerugian sebesar Rp988,3 miliar untuk periode sembilan bulan sampai September 2012.
"Kerugian ini disebabkan adanya beban kerugian kurs karena depresiasi nilai rupiah yang mempengaruhi nilai kewajiban perusahaan dalam mata uang asing termasuk beban bunganya," jelas Deputy President Director Bakrie Telecom Jasitro Abi, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (1/11/2012).
Selain itu, kerugian tersebut juga dikarenakan peningkatan beban depresiasi network asset, setelah belanja aset di tahun lalu untuk peningkatan kualitas layanan.
"Likuiditas perseroan memang masih ketat, tapi pertumbuhan EBITDA di Q3 dibandingkan Q2 dan Q1 menunjukkan peningkatan daya saing Perseroan yang cukup signifikan. Ini membuktikan kinerja operasional perusahaan semakin kuat sehingga secara finansial pengaruh positifnya terhadap keuangan dapat segera kita rasakan," tambah Jastiro Abi.
Adapun pendapatan kotor Bakrie Telecom pada kuartal III-2012 membukukan Rp838,3 miliar naik sebesar 19 persen dibandingkan kuartal II-2012 sebesar Rp702,0 miliar. Sedangkan EBITDA tercatat sebesar Rp324,3 miliar atau naik 29 persen dibandingkan EBITDA kuartal II-2012 sebesar Rp251 miliar.
"Saat ini total pelanggan telah mencapai 11,98 juta, tumbuh sekira 4,5 persen, yakni dari 11,46 juta pelanggan pada kuartal II-2012," tambahnya.
Namun demikian, total pelanggan layanan EVDO Bakrie Telecom meningkat cukup pesat menjadi 474 ribu. Perbandingan antara Q3 dan Q2 2012 mencatat pertumbuhan pelanggan layanan EVDO sebesar 30 persen. Pertumbuhan pelanggan EVDO hingga akhir September tercatat sebesar 85 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.