RI-Uni Eropa Masih Petakan Konsep Perdagangan Bebas

|

Sandra Karina - Koran SI

Ilustrasi (Foto: Corbis)

RI-Uni Eropa Masih Petakan Konsep Perdagangan Bebas
NUSA DUA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan bahwa finalisasi dari Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Komprehensif (Comprehensive Economic Partnership Agreement/CEPA) saat ini masih dalam proses tahap memetakan. Beberapa hal utama yang akam dibahas masih dinegosiasikan oleh Indonesia dan Uni Eropa.

Dirjen Kerjasama Perdagangan Internasional Kemendag Iman Pambagyo mengatakan, pemetaan itu akan selesai dalam beberapa bulan mendatang.

"Mulai soal prosedur, ketentuan-ketentuannya, hingga struktur negosiasinya. Kalau sudah selesai, kami akan serahkan kepada pemerintah sebagai rekomendasi dari working group," kata Iman seusai acara European Union-Indonesia Business Dialogue (EIBD) 2012 di Nusa Dua, Bali, Jumat (9/11/2012).

Pemerintah Indonesia dan Uni Eropa, kata dia, saling sepakat untuk mendorong agar CEPA bisa memasuki tahap lanjut. Dia menambahkan, pemerintah Indonesia tetap mengutamakan kepentingan nasional. Dengan begitu, ketika ada industri nasional yang merasa terancam dengan kesepakatan CEPA, harus diketahui apa sebabnya dan dianalisa secara objektif sehingga ada kesiapan serta antisipasinya.

"Kita mau memperoleh nasib yang lebih baik dengan kesepakatan ini. Kita juga harus lebih sensitif," ucapnya.

Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, persiapan CEPA membutuhkan waktu setidaknya tiga sampai enam tahun.

"Fokus melakukan pembahasan terkait kerja sama investasi oleh pihak swasta dan pemerintah kedua pihak. Lalu, pada saat CEPA dibahas, harus clear, berapa investasi dari Eropa yang akan masuk dalam lima tahun ke Indonesia? Termasuk, kerjasama di pariwisata. Artinya, harus jelas angka-angkanya, target jangka panjang," kata Hidayat.

Hidayat berharap, Eropa terus meningkatkan nilai investasinya di Indonesia meski saat ini masih terjadi perlambatan ekonomi di kawasan itu. Adapun sektor-sektor industri yang berpotensi memiliki peluang investasi antara lain adalah manufaktur, agro industri dan barang modal seperti permesinan asal Jerman, Italia, dan Inggris. (gna)
(rhs)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Libur Panjang, Pedagang Mainan Pasar Gembrong Kebanjiran Order