JAKARTA - Lembaga pemeringkat Fitch Ratings telah menegaskan obligasi jangka panjang Indonesia denominasi valas dan rupiah tetap berada di 'BBB-', dengan outlook stabil. Sementara utang jangka pendek juga tetap bertahan di 'BBB'.
Fitch menilai pertumbuhan ekonomi yang kuat dan tangguh dengan tingkat investasi yang tinggi, dan menurunnya rasio utang publik, serta profil kredit keseluruhan kebijakan makro, masih mendukung pertumbuhan Indonesia.
"Tekanan pada keuangan eksternal, kelemahan kredit, telah mengakibatkan beberapa ketegangan pada profil kredit, namun ini tidak mempengaruhi rating 'BBB-'," ungkap Fitch dalam laporannya, Kamis (22/11/2012).
Fitch memperkirakan pertumbuhan ekonomi dengan rata-rata minimal enam persen hingga 2014. Selain itu, permintaan domestik yang kuat dan tingkat investasi sebesar 34 persen dari PDB, masih jauh di atas median kategori 'BBB' sebesar 24 persen.
"Prospek jangka panjang ekonomi, dan pelonggaran signifikan dalam tingkat dan volatilitas inflasi selama dekade terakhir meningkatkan profil kredit," tambah dia.
Di sisi lain, defisit neraca perdagangan lantaran volatilitas arus modal portofolio jangka pendek, telah menggerus cadangan devisa. "Namun, kebijakan tindakan korektif (termasuk fleksibilitas yang lebih besar dalam rupiah Indonesia) akan menekan defisit transaksi berjalan (CAD) melebar, dan memungkinkan untuk kembali seimbang dan surplus pada 2013," ungkap laporan tersebut.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.