>

Aturan Baru Angka Pengenal Impor Bingungkan Pengusaha

Kamis, 29 November 2012 - 20:04 wib | Wahyudi Siregar - Okezone

Ilustrasi. (Foto: Widi/Okezone)

Aturan Baru Angka Pengenal Impor Bingungkan Pengusaha
MEDAN - Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (Ginsi) menilai aturan pembatasan impor melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 59 tahun 2012 membingungkan. Pasalnya Permendag baru yang merupakan perubahan atas Permendag Nomor 27 tahun 2012  tentang Ketentuan Angka Pengenal Importir (API) itu, belum dilengkapi dengan petunjuk teknis yang dapat digunakan pengusaha untuk memenuhi aturan tersebut.

Permendag  ini sendiri menetapkan jika perusahaan pemilik API Umum (API-U), diwajibkan memiliki hubungan istimewa dengan perusahaan pemilik API-U asal negara principal jika hendak mengimpor kelompok/jenis barang lebih dari satu section dari perusahaan di luar negeri.

Ketua Ginsi Sumut, Khairul Mahalli mengatakan, beberapa anggotanya pernah menyampaikan pengaduan bahwa banyak atase perdagangan di luar negeri belum mengetahui permendag ini.  Padahal jika ketentuan tersebut tak dipenuhi impor tak bisa dilakukan. Bahkan ironisnya, importir tersebut dapat dikategorikan sebagai importir nakal, yang menyalahi ketentuan.

“Kita enggak tahu sekarang salahnya dimana. Tapi yang pasti ini membingungkan. Bagaimana satu peraturan dilaksanakan kalau petunjuk teknisnya enggak ada. Apalagi ini soal kepercayaan, suatu yang sangat penting dalam perdagangan internasional," jelas dia, Kamis (29/11/2012).

"Makanya pemerintah harus sigaplah, harus segera dibuat peraturan turunannya. Pemerintah harus ingat, impor memang harus dihindari sebisa mungkin, tapi bukan dengan cara seperti ini. Banyak industry kita di dalam negeri yang tergantung pada impor, jangan pula nantinya produksi lokal justru terganggu karena terhalang bahan baku impor,” terangnya.

Di Medan sendiri, saat ini terdapat sekitar 355 perusahaan importir. Terdiri dari Perusahaan dengan API-U sekitar 235 perusahaan, dan sisanya memegang izin sebagai API-Produsen. Di mana dari semua importir yang memegang API-U merupakan perusahaan yang mengimpor lebih dari satu jenis barang. Sementara untuk jenis barang, kebanyakan produk yang diimpor adalah hortikultura, pupuk, bahan-bahan kimia dan barang konsumsi. (wdi)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Fit and Proper Test J Trust Akan Dipercepat