Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Anggaran PU Baru Terserap 77,24%

Martin Bagya Kertiyasa , Jurnalis-Kamis, 13 Desember 2012 |17:32 WIB
Anggaran PU Baru Terserap 77,24%
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Pekembangan penyerapan anggaran Kementerian Pekerjaan Umum (PU) hingga saat ini baru mencapai 77,24 persen dari total anggaran sebesar Rp75,24 triliun pada 2012. sementara itu progres fisik di lapangan mencapai 81,41 persen.
 
Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri Kementerian PU Taufik Widjayanto mengatakan, keterlambatan tersebut diantaranya diakibatkan oleh proses APBN-Perubahan yang tidak sederhana. Hal ini membutuhkan proses selama hampir enam bulan sejak APBN-P ditandatangani di bulan April sehingga proses di lapangan baru dapat dimulai di bulan Oktober.

“Diketahui bahwa Alokasi DIPA APBN Kementerian PU tahun 2012 adalah sebesar Rp62,56 triliun dan alokasi APBN-P Rp75,41 triliun sehingga untuk mengejar penyerapan APBN-P sebesar Rp12,29 triliun baru dimulai pada bulan Oktober,” kata Taufik seperti dilansir dari situs PU di Jakarta, Kamis (13/12/2012).

Taufik juga menyoroti mengenai Pinjaman Luar Negeri, yang saat ini baru terserap sekitar 60 persen dari total PLN 2012 yaitu Rp8,6 triliun. Penyebab ketidaksesuaian antara rencana penarikan dengan realisasi PLN TA 2012.

Senada, Ditjen Cipta Karya Waskito Pandu mengungkapkan, terdapat permasalahan adanya rencana pengalokasian yang rendah terutama untuk program kegiatan PNPM, dikarenakan rencana kontrak untuk pemberdayaan masyarakat baru terealisasi penyerapannya pada pertengahan tahun.

Sedangkan dalam realisasinya banyak kegiatan penyerapannya lebih maju dari perkiraan awal, Sementara itu pun menyadari bahwa dalam lima tahun ini kecenderungan progress penyerapan dari tahun ke tahun mempunyai grafik yang sama. “Jadi selalu saja pada awal tidak terlalu menggembirakan namun pada saat-saat terakhir ada percepatan,” tutur Pandu.

Pandu mengatakan, memang itu karakteristik kegiatan di Kementerian PU, namun dari segi target renstra Kementerian PU dapat memenuhi target bahkan dapat melampaui target. ”Ada beberapa target renstra yang di dalam perjalanan melebihi dari target yang ada, bahkan sudah 60 persen padahal masih ada dua tahun anggaran,” tambah Pandu.

Pandu mencontohkan dalam pembangunan waduk, target renstra sebanyak 19 waduk yang dibangun namun sampai dengan 2011 ini sudah diselesaikan 12 waduk dan TA 2013 ini ditargetkan ada membangun waduk baru 12 jadi totalnya menjadi 31, padahal target renstra hanya 19.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement