BPK Nilai Pemutihan Piutang BUMN Berdampak Positif

Kamis, 13 Desember 2012 11:26 wib | Fakhri Rezy - Okezone

Ilustrasi. (Foto: Okezone) Ilustrasi. (Foto: Okezone) JAKARTA - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menilai Putusan MK No 77/PUU-IX/2011 mengenai penghapusan piutang Bank BUMN tidak menjadi bagian Piutang Negara dinilainya berdampak positif. Hal ini akan membuat perbankan BUMN lebih mudah bersaing dengan perbankan swasta.

"Dampak putusan tersebut adalah bank BUMN atau BUMD berhak menerapkan pemotongan utang terhadap debitur bermasalah (NPL)," kata Anggota 7 BPK Barullah Akbar, di Financial Hall Graha Niaga, Jakarta, Kamis (13/12/2012).

Barullah mengatakan, pengurusan piutang ini akan kembali diserahkan kepada Bank BUMN sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. Menurutnya, piutang Bank BUMN tidak lagi menjadi bagian piutang Negara. "Ini membuat pengurusan penagihannya tidak lagi menjadi urusan PUPN," tambahnya.

Dia melanjutkan, dengan dialihkannya kewenangan tersebut kepada Bank BUMN, maka kewajiban penyampaian laporan juga beralih ke Bank BUMN. Ini juga termasuk penyampaian laporan ke BPK. "Hal tersebut merupakan bentuk transparansi Bank BUMN dalam melakukan pengurusan hapus buku atau tagih," kata dia.

Sekadar informasi, Putusan MK nomor 77/PUU-XI/2011 tentang perkara pengujian UU No 49 PRP tahun 1960, juga mengatur tentang Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN) terhadap UUD 45. (mrt)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA ยป