Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BTEL Ngaku Belum Raup Untung dari Sampoerna

Michael Agustinus , Jurnalis-Selasa, 18 Desember 2012 |15:08 WIB
BTEL <i>Ngaku</i> Belum Raup Untung dari Sampoerna
Ilustrasi. (Foto: okezone)
A
A
A

JAKARTA - PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) mengaku belum merasakan keuntungan setelah pembelian saham PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia (STI) dengan cara tukar guling saham beberapa waktu lalu.

"Dalam waktu dekat belum ada pengaruhnya, tapi dari segi utang akan berkurang karena tidak malakukan investasi jika merambah ke daerah," ujar Wakil Direktur Utama BTEL Jastiro Abi, saat paparan publik, di Mega Plaza, Jakarta, Selasa (18/12/2012).

Menurut dia, dengan tidak mengeluarkan investasi dalam memperluas jaringan, BTEL bisa lebih berhemat. "Jangka panjangnya baru akan terasa, saat ini belum," ucapnya.

Seperti diketahui, pada Maret 2012, BTEL mengakuisisi STI dengan cara tukar guling. Sebesar 35 persen saham STI akan ditukar dengan saham BTEL. Dalam waktu 3 tahun ke depan, BTEL dimungkinkan untuk menambah kepemilikan sahamnya di STI hingga 100 persen.

Perseroan pun mengaku belum memiliki target pendapatan yang jelas untuk 2013 mendatang. "Untuk 2013, kita sedang membuat rencana sambil melihat di 2012 dan berharap lebih baik," kata Jastiro Abi.

Selain itu, lanjut Abi, BTEL tidak menargetkan peningkatan kinerja dibanding 2011. BTEL hanya berharap kinerja 2012 sama dengan 2011 lalu. "Kita expect kurang lebih sama dengan 2011," ucapnya.

Sebagai catatan, hingga September 2012, BTEL mencatat net loss sebesar Rp988,3 miliar. Kerugian tersebut terutama disebabkan oleh depresiasi nilai rupiah yang mempengaruhi nilai kewajiban BTEL dalam mata uang asing, termasuk beban bunganya.

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement