JAKARTA - PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) mengklaim bahwa utang-utangnya sudah semakin berkurang dari waktu ke waktu.
"Dari waktu ke waktu sejak tahun ini, kami sangat memperhatikan capital structure. Kami sudah mengurangi utang, sudah kurang Rp650 miliar refinance," papar Wakil Direktur BTEL Jastiro Abi, saat paparan publik, di Mega Plaza, Jakarta, Selasa (18/12/2012).
Abi mengungkapkan, sebagian besar dana untuk pembayaran utang berasal dari sumber-sumber internal BTEL. "Sebagian besar dari internal. Dari waktu ke waktu kita akan melakukan seperti ini," ujarnya.
Menurut dia, kondisi keuangan dan kinerja BTEL terus membaik sejak kuartal II-2012 ini. "Kami membalikkan keadaan di Q2 2012 dan terus membaik di Q3-2012," tutur dia.
Pihaknya berharap peningkatan ini terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang. "Kami berharap keadaan ini terus ke depannya," tutur Abi.
Di sisi lain, perseroan mengaku tidak menargetkan peningkatan kinerja dibanding 2011. BTEL hanya berharap kinerja 2012 sama dengan 2011 lalu. "Kita expect kurang lebih sama dengan 2011," ucap Jastiro Abi.
Abi menambahkan, pihaknya belum dapat menyampaikan kinerja BTEL untuk kuartal IV-2012. Hasil kuartal ke-4 pun baru dapat disampaikan akhir tahun nanti. "2012, lebih baik kita tunggu saja, untuk jelasnya tunggu akhir tahun," sambungnya.
Sebagai catatan, hingga September 2012, BTEL mencatat net loss sebesar Rp988,3 miliar. Kerugian tersebut terutama disebabkan oleh depresiasi nilai rupiah yang mempengaruhi nilai kewajiban BTEL dalam mata uang asing, termasuk beban bunganya.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.