>

Bangun Tower, Pertamina Pakai Arsitek Burj Khalifah?

|

Yuni Astutik - Okezone

Ilustrasi pembangunan proyek properti (Foto: Runi Sari B/Okezone)

Bangun Tower, Pertamina Pakai Arsitek Burj Khalifah?
JAKARTA - Pertamina Tower, salah satu gedung pencakar langit yang kabarnya dibangun tahun ini menggunakan jasa arsitek luar negeri asal Amerika.

Skidmore, Owings And Merrill LLP, merupakan salah satu perusahaan arsitektur terbesar di Amerika yang bermarkas di Chicago. Berdasarkan sumber yang dihimpun Okezone dari berbagai sumber, Kamis (3/1/2013), perusahaan yang telah berdiri sejak 1936 atau tepatnya 76 tahun yang lalu tersebut memang terkenal dengan rancangan gedung tinggi.

Bahkan, perusahaan ini mengklaim telah menyelesaikan lebih dari 10.000 proyek di seluruh dunia. Tak heran, kantor cabang Skidmore, Owings And Merrill LLP tersebar di berbagai penjuru dunia.

Burj Khalifah, yang merupakan bangunan tertinggi di dunia merupakan hasil karya dari Skidmore, Owings And Merrill LLP. Siapa yang tak tahu Burj Khalifah yang tersohor itu. Dengan ketinggian 163 lantai dan biaya yang selangit, bangunan tersebut dinobatkan menjadi yang nomor satu di dunia.

Selain Burj Khalifah, masih ada beberapa lagi gedung-gedung terkenal di dunia yang menggunakan jasa arsitek Skidmore, Owings And Merrill LLP. Di antaranya Bank of America Center yang terletak di California, Haj Terminal di Jeddah Arab Saudi, dan yang terbaru, perusahaan arsitektur ini tengah menyelesaikan proyek pembangunan Freedom Tower yang dulunya merupakan World Trade Center 1 yang rusak akibat kejadian 11 September 2001.

Sekarang, jasa perusahaan arsitek Skidmore, Owings And Merrill LLP digunakan di Indonesia untuk membangun gedung milik Pertamina setinggi 80 lantai. Kabarnya, gedung tersebut akan dibangun di bilangan Kuningan dan menghabiskan biaya USD850 juta atau sekira Rp8 triliun. (nia) (nia)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Reaksi Pasar Atas Kabinet Jokowi Bersifat Sementara