Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penambangan Batu Bara di Kalimantan Berlebihan

Sudarsono , Jurnalis-Selasa, 08 Januari 2013 |19:40 WIB
Penambangan Batu Bara di Kalimantan Berlebihan
Ilustrasi. (Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengakui bahwa penambangan batu bara di Pulau Kalimantan sangat berlebihan. Karena itu Kementerian ESDM akan mendorong peningkatan eksplorasi dan eksploitasi batu bara di Pulau Sumatera untuk bisa menggenjot produksi pada tahun-tahun mendatang.

”Wilayah Sumatera memiliki cadangan yang jauh lebih besar, namun eksplorasi dan eksploitasi yang dilakukan di wilayah tersebut masih kalah dibanding wilayah Kalimantan,” kata Kepala Badan Geologi, Kementerian ESDM R Sukhyar di Jakarta, Selasa (8/1/2013).

Menurut Sukhyar, saat ini distribusi pertambangan batubara di Indonesia mengalami ketimpangan. Dari potensi tambang batubara sebesar 161 miliar ton di Indonesia, sebanyak 53 persen berada di Pulau Sumatera dan hanya 47 persen berada di Pulau Kalimantan. ”Namun saat ini 92 persen eksplorasi dan eksploitasi batubara ada di Kalimantan, sedangkan di Sumatera hanya 8 persen,” kata Sukhyar.

Data Badan Geologi, Kementerian ESDM menyebutkan, dari potensi sumber daya batubara sebesar 161 miliar ton, sebanyak 120 miliar ton berupa tambang terbuka, sedangkan 41 miliar ton lain berada di dalam tanah. Dari jumlah itu, total cadangan batu bara yang bisa segera dieksploitasi mencapai 28 miliar ton.

Menurut Sukhyar, ketimpangan itu terjadi karena wilayah Kalimantan menawarkan infrastruktur yang lebih baik dibanding dengan Sumatera. Selain itu, Kalimantan juga memiliki sungai-sungai yang besar yang bisa digunakan untuk sarana transportasi batu bara, sedangkan wilayah Sumatera sebagian besar hanya memiliki sungai-sungai kecil.

Faktor lainnya adalah tambang batu bara di Sumatera, sering mengalami persinggungan atau overlapping dengan perkebunan dan hutan suaka alam. Sehingga minat pengusaha untuk berinvestasi di Sumatera sedikit berkurang.

Untuk itu, pemerintah saat ini sedang membangun transportasi batu bara di wilayah Sumatera. Data menunjukkan, ada enam proyek kereta api batu bara yang saat ini sedang dikerjakan. Proyek-proyek itu antara lain, kereta api batubara di Tanjung Carat yang dikerjakan PT Adani Sumsel, proyek kereta api batu bara yang menghubungkan Lahat-Muara Lematang-Tanjung Lago yang saat ini sudah memasuki tahap finishing dan dikerjakan PT Servo Lintas Raya.

Juga ada proyek kereta api batubara Tanjung Enim-Baturaja-Srengsem Lampung yang saat ini masih dalam tahap studi dan dikerjakan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan proyek kereta api batu bara Musi Rawas-Tanjung Api-Api yang dikerjakan PT Reliance India.

Sukhyar menambahkan, saat ini tingkat produksi dan ekspor batu bara di Indonesia terlalu cepat dibandingkan dengan konsumsi domestik. Oleh karena itu Sukhyar mendukung upaya pembatasan ekspor batubara yang saat ini dilakukan Pemerintah Indonesia. ”Saat ini hanya sedang tidak bagus. Saya yakin akan kembali menguat dengan segera, karena harga komoditas energi biasanya cepat pulih,” katanya.

(Widi Agustian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement