MEDAN - Pemerintah Kota Medan kini tengah menyelesaikan tahap akhir penyelesaian Pasar Induk Hortikultura Pertama di Medan, yang berlokasi di kawasan Tuntungan. Pengerjaan Pasar Induk yang berada di wilayah selatan Kota Medan itu pun kini tinggal pelebaran jalan masuk menuju kawasan pasar.
Di samping pasar induk tersebut, kini Pemerintah Kota Medan juga tengah berencana membangun Pasar Induk Hortikultura Mini di kawasan Marelan, yang merupakan bagian utara kota Medan.
Wali Kota Medan Rahudman Harahap mengakatan, dengan keberadaan kedua pasar induk ini nantinya, jalur distribusi produk-produk pangan, khususnya produk hortikultura akan semakin pendek, dan biaya logistik dapat ditekan seminimal mungkin.
Kedua pasar Induk ini nantinya akan menampung secara langsung produk hortikultura yang berasal dari sentra perkebunan hortikultura di seluruh Sumut, khususnya dari Kabupaten Karo. Operasional kedua pasar induk yang dipisah dengan jarak cukup jauh ini pula diharapkan dapat memenuhi pasokan pangan di seluruh wilayah Medan.
"Kalau yang dituntungan sudah hampir rampung, kita tinggal mengerjakan pelebaran jalan masuk, dan penambahan fasilitas penerangan. Kalau listrik sudah oke. Nah kalau yang di sini, ini masih dalam tahap perencanaan, makanya kita melihat langsung. Tapi hemat saya keduanya harus jadi secepat mungkin, dan diintegrasikan, meskipun yang di sini lebih kecil dibandingkan di Tuntungan namun keduanya saya pikir akan mampu untuk menekan biaya logistik, dan menjamin pasokan pada warga kota ini, baik di selatan, maupun di utara," jelasnya pada Okezone, saat meninjau langsung kegiatan di Pasar Marelan, Selasa (8/1/2013).
Dalam tahap persiapan pembangunan Pasar Induk Mini Marelan, Rahudman mengaku kini tengah menyiapkan lahan untuk tempat penampungan sementara para pedagang. Pembangunan infrastruktur pasar itu sendiri akan dilakukan secepatnya, mengingat kawasan pasar yang semula merupakan milik swasta kini hampir seluruhnya telah dibebaskan. Namun Rahudman menegaskan, pemerintah kota tetap ingin para pedagang bisa berjualan, selagi pembangunan dilakukan.
"Saya pikir tahun ini belum, mungkin tahun depan. Kalau lahannya sudah enggak masalah. 90 persen sudah kita bebaskan. Kalau 10 persen lagi sebentar itu. Yang penting bagaimana mereka tetap bisa berjualan, ini sedang kita pikirkan penampungan sementara buat mereka, rencananya di Jalan M Basir Marelan. Kan enggak terlalu jauh. Nanti pihak ketiga yang menyiapkan," cetusnya.
Menanggapi rencana tersebut, pedagang di Pasar Marelan, Kusni (34) mengaku senang. Ia mengaku pasar Marelan yang sudah berdiri puluhan tahun sebenarnya sudah tidak layak. Ia pun memberikan apresiasi, karena bukan hanya rehabilitasi yang akan dilakukan, tetapi revitalisasi menjadi pasar induk.
"Kita senang sekali, mudah-mudahan pasar ini menjadi momentum perimbangan pembangunan antara Medan Selatan dan Medan Utara, dan sekaligus mendorong perekonomian masyarakat di sini," tukasnya.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.