Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Saham yang Untung dan Buntung "Terseret Banjir"

Rizkie Fauzian , Jurnalis-Kamis, 17 Januari 2013 |16:35 WIB
 Saham yang Untung dan Buntung
Ilustrasi (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Bencana banjir yang melanda Jakarta tidak saja melumpuhkan perekomian namun juga mempengaruhi perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dampak yang ditimbulkan dari bencana banjir membuat pendapatan perusahaan menurun karena pelaku pasar banyak yang meliburkan diri. Sehingga volume perdagangan pun mengalami penurunan.

Menurut Head of Research Bahana Securities Harry Su, bencana banjir mengakibatkan volume perdagangan turun dan harga saham bisa bergerak berlebihan. Namun ada beberapa sektor yang diuntungkan dari banjir antara lain apartemen, farmasi, perkebunan, bahan pokok, dan spare-parts.

"Ketika semua jalur distribusi terhambat karena banjir, kami yakin ada sektor-sektor dan saham-saham yang menunjukkan performa lebih baik dari sektor lain di tengah bencana ini, secara umum ini bisa memberi sentimen positif," ungkapnya, di Jakarta, Kamis (17/1/2013).

Lebih lanjut, menurutnya, sektor-sektor tersebut antara lain hunian apartemen sewa selama musim banjir akan meningkat. Dalam perdagangan hari ini terlihat emiten PT Lippo Karawaci (LPKR) Tbk meningkat. Selain apartemen, Lippo juga memiliki unit usaha rumah sakit yang kemungkinan besar menampung lebih banyak orang sakit yang berobat.

Selain Lippo, emiten rumah sakit yang baru saja listin, -PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk dan PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ), yang merupakan pengelola Rumah Sakit Mayapada kemungkinan mendapat berkah terselubung dari bencana banjir ini.

"Sementara sektor farmasi bisa mendapatkan kenaikan pendapatan karena pembelian obat meningkat mulai dari flu sampai sakit kulit. Saham-saham sektor farmasi antara lain Kalbe Farma dan Tempo Scan Pacific," jelasnya.

Harry menjelaskan saat bencana seperti banjir ada kebiasaan orang menyetok bahan pokok seperti mie. Hal ini akan meningkatkan pendapatan ICBP. "Selama hujan orang juga cenderung merokok dari hari biasa. Karena itu musim hujan ini bisa meningkatkan penjualan emiten Gudang Garam," ujarnya.

Sektor perkebunan di Sumatera yang terendam banjir akan mengakibatkan harga CPO naik. Kenaikan harga CPO bisa meningkatkan pendapatan. Sedangkan mobil-mobil yang rusak akibat terendam banjir menyebabkan kebutuhan akan penggantian sparepart mobil meningkat. Salah satu anak usaha emiten automotif, Astra International yaitu Astra Otoparts diperkirakan mengalami peningkatan penjualan.

Sementara akibat banjir maka akan ada perbaikan-perbaikan di rumah. Karena itu kebutuhan akan produk-produk reparasi akan meningkat. Produk yang terkait dengan hal ini disediakan Ace Hardware (ACES). Selain industri yang diuntungkan, menurutnya ada juga industri yang dirugikan dengan bencana banjir.

"Antara lain saham semen, kontruksi, batu bara, roti, dan sektor transportasi seperti taksi, pesawat dan juga telekomunikasi," jelasnya.

Penjualan retail untuk konsumen menengah bawah diperikrakan menurun. Sebabnya konsumen mereka yang sebagian besar tidak memiliki mobil kesulitan mencapai departemen store karena terjebak banjir contohnya Ramayana Lestari.

"Banjir Jakarta juga melumpuhkan transportasi sehingga kinerja emiten transportasi juga tidak akan bagus pada kondisi bencana ini," tandas Harry.

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement