JAKARTA - Harga saham PT Sugih Energy Tbk (SUGI) bergerak menguat seiring dengan rencana perseroan untuk mulai produksi minyak dari sumur migas Selong-1 di blok Lemang PSC yang berlokasi di Provinsi Jambi.
Saham ini mencatatkan kinerja yang positif selama tiga pekan perdagangan di awal 2013. Pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia Jumat (18/1/2012), saham SUGI tercatat naik 30,35 persen menjadi Rp365 per saham dibanding harga penutupan di akhir tahun 2012 sebesar Rp280 per saham.
Sepanjang periode 2-18 Januari 2013, harga saham Sugih Energy ditutup di kisaran Rp335-365 per saham. Total volume perdagangannya mencapai 988.464.000 saham dan total nilai transaksinya sebesar Rp339,649 miliar.
Andhika Anindyaguna, Presiden Direktur SUGI menyatakan, produksi komersial di sumur Selong-1 diperkirakan dapat dimulai pada akhir tahun ini. Untuk itu, perseroan tengah mengajukan proses persetujuan terlebih dahulu kepada pihak regulator migas
Indonesia.
"Untuk pengajuan permohonan persetujuan saja butuh waktu kurang lebih 90 hari," tuturnya dalam keterangan tertulisnya, Senin (21/1/2013)
Perseroan juga akan melakukan eksplorasi sumur Akatara-1 di Blok Lemang pada Januari ini. Sementara, untuk kebutuhan belanja barang modal (capital expenditure) tahun 2013, perseroan akan mengalokasikan sebesar Rp180 miliar. Dana sebesar itu diperoleh dari sebagian dana hasil Penawaran Umum Terbatas (PUT) yang sebesar Rp2,47 triliun
Direktur SUGI Fachmi Zarkasi memperkirakan dapat memproduksi minyak 790 barel per hari dan 16,8 juta kaki kubik gas per hari di sumur tersebut.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.