JAKARTA - Dampak banjir di Jakarta juga berpengaruh pada penjual grosiran Jilbab di kawasan Jatibaru Tanah Abang. Selain rumah, tokonya pun ikut terkena banjir setinggi kurang lebih satu meter sehingga ibu tiga anak ini merugi hingga Rp7 juta.
Nina pemilik sekaligus penjual grosiran jilbab mengungkapkan, bahwa dirinya sedih melihat rumah dan tokonya banjir.
"Dari hari Kamis minggu lalu sampai hari Sabtu toko saya tutup, air (banjir) masuk sampai ke dalam toko. Saya mau tidak mau ya tutup toko karena rumah saya pun yang di belakang ikut terkena banjir," tutur Nina, pemilik toko grosiran jilbab saat ditemui Okezone di kawasan Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta, Kamis (24/1/2013).
Dampak dari banjir yang melanda kawasan Jatibaru tersebut, ujar Nina, dirinya merugi hingga Rp7 juta. Pasalnya ada sebagian jilbab yang belum sempat diselamatkan. Apalagi, selama tiga hari toko tutup dan sepi pembeli.
"Saya panik karena rumah saya ikut terkena banjir dan lebih tinggi dari toko saya, makanya saya enggak sempat menyelamatkan barang-barang di toko saya, jadi saya cuma selamatkan jilbab yang harganya mahal-mahal saja," ujarnya.
Sehari-harinya ibu dari tiga anak ini memang berjualan di pinggiran jalan Jatibaru depan stasiun Tanah Abang. Akibat banjir tersebut, Nina tidak bisa berjualan dan omzet penjualannya pun turun.
"Kalau hari-hari biasa saya bisa dapat sekira Rp3 juta tapi sehabis banjir saya cuma bisa dapat duit kurang dari Rp500 ribu, tapi Alhamdulillah sekarang penjualan sudah agak normal," ungkap ibu tiga anak ini.
Hal ini juga disampaikan Mamid dan Sigit yang mennjaga toko grosiran pakaian anak-anak di Pasar Tanah Abang blok A dan penjaga toko celana jins di Thamrin City. Semenjak banjir, pengunjung toko terlihat masih sepi dan pembeli juga tidak begitu ramai seperti hari-hari biasanya.
"Sepi banyak yang pada tutup toko, kalau buka paling cuma sampai siang karena sepi pembeli, apalagi pas Kamis pekan lalu, toko kami cuma dapat pemasukan Rp500 ribu dari biasanya omset kami antara Rp15 juta-Rp20 juta," ujar Mamid.
Mamid juga menambahkan, selama tiga hari ke depan, semenjak 17-19 Januari minggu lalu, toko yang dijaganya merugi hingga Rp30 juta karena sepinya pengunjung dan pembeli.
Lain lagi dengan Sigit penjaga toko celana jins di Thamrin City, dirinya mengaku bahwa saat banjir dan pascabanjir tokonya sepi.
"Rugi sih tapi tidak terlalu banyak, paling ruginya pas saat banjir itu saja, yang biasanya toko kami omsetnya Rp16 juta sehari pas banjir kami masih bisa mendapatkan Rp10 juta sehari," ujar Sigit penjaga toko celana jins di Thamrin City..
Sigit juga menambahkan, tokonya juga mengalami hambatan dalam pengiriman barang ke pembeli karena dampak banjir tersebut.
"Ada kelambatan dalam pengiriman barang jadi durasi sampainya agak lama, kira-kira seminggu deh baru sampai padahal biasanya dua hari saja," tandas dia.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.