>

RAPP Masuk Peringkat Ke-2 Pengelola Kertas Jenis Bleached

|

Banda Haruddin Tanjung - Okezone

Ilustrasi. (Foto: Reuters)

RAPP Masuk Peringkat Ke-2 Pengelola Kertas Jenis Bleached
PEKANBARU - PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) menyatakan bahwa perusahaan pengolahan hutan tanaman industri (HTI) itu berada di peringkat kedua dunia. RAPP masuk sebagai produsen pulp jenis Bleached hardwood Kraft.
 
"Sedangkan untuk kertas, kita peringkat empat untuk produsen di Asia jenis Uncoated Woodfree (UWF) melalui merek PaperOne," kata Direktur Utama PT RAPP Kusnan Rahmin, Minggu (3/2/2013).
 
Tujuan pasar ekpor perusahaan di bawah naungan Asia Pacific Resources International Ltd (APRIL) adalah negara-negara di Eropa, Amerika, Timur Tengah dan tentunya pasar Asia. "Ada 20 negara tujuan ekspor pulp dan Paper kita," tambah dia.
 
Data terakhir, secara global saat ini Indonesia berada di urutan sembilan dunia produsen pulp di bawah China. Sementara peringkat teratas masih diduduki Amerika Serikat (AS). Sedangkan kertas, Indonesia juga berada di peringkat sembilan di atas Brazil.
 
Menurut Kusnan, sampai 2015 demand dan supply pulp and paper diperkirakan akan terus meningkat. Dan industri pulp dan kertas merupakan sektor yang pertumbuhannya cukup cepat terutama di pasar Asia. "Meski market semakin kompetitif, kita perkirakan permintaan untuk pulp meningkat 17 persen dan kertas 10,5 persen," imbuhnya.
 
Saat ini market  pulp dan paper sudah beralih dari dunia Barat ke pasar Asia. Dan China merupakan negara yang paling tinggi untuk demand pulp and paper. Kusnan berharap peluang ini harus diambil Indonesia untuk menjadi produsen terbesar.
 
Menurut dia Indonesia mempunyai beberapa keunggulan untuk mengekspor kertas dan bubur kertas (pulp) ke China dibanding Eropa dan Amerika salah satunya adalah jarak waktu yang ditempuh.
 
"Kalau kita hanya membutuhkan waktu tujuh sampai 10 hari untuk sampai ke China melalui jalur laut. Kalau Amerika bisa memakan waktu 50 hari. Sementara Eropa 40-60 hari," katanya.
 
Selain itu keunggulan Indonesia dibanding dengan negara di Eropa dan Amerika adalah kayu akasia sebagai bahan baku utama pulp dan paper lebih cepat dipanen.
 
"Kalau kayu akasia di tempat kita lima sampai enam tahun sudah bisa kita panen. Kalau di negara sub tropis bisa memakan waktu 20-25 tahun. Dengan perbandingan ini tentu kita bersaing dengan harga," kata dia.
 
Walau Indonesia mempunyai keunggulan, tetapi masih banyak kendala yang dihadapi kendala yakni kepastian hukum dan kampanye negatif. Menurutnya, kepastian hukum dan regulasi yang lebih konperhenshif diperlukan agar iklim usaha dan investasi berjalan lebih baik.
 
"Selain itu, dunia usaha seperti HTI juga dukungan pemerintah dalam menghadapi kampanye negatif dari negara tujuan ekspor terkait isu lingkungan hasil produksi hutan Indonesia," harapnya.   
(mrt)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Wamenkeu: Rapat Pemerintah Jangan Kebarat-baratan