Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

2013, Sisa Anggaran Aceh Diperkirakan Capai Rp2 T

Salman Mardira , Jurnalis-Kamis, 07 Februari 2013 |16:34 WIB
 2013, Sisa Anggaran Aceh Diperkirakan Capai Rp2 T
Ilustrasi (Foto: Okezone)
A
A
A

BANDA ACEH – Besarnya Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Aceh (APBA) 2013 senilai Rp11,785 triliun diperkirakan akan mempengaruhi membengkaknya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA).  Sisa anggaran Aceh tahun ini diperkirakan mencapai Rp2 triliun

Pakar ekonomi dari Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh Syukri Abdullah mengatakan, komponen Silpa biasanya berasal dari pendapatan yang lebih besar dari target. Belanja daerah, lebih karena efisiensi dan proyek yang belum selesai atau yang batal dikerjakan.
 
"Pengalaman beberapa tahun sebelumnya selalu ada sisa anggaran," katanya, dalam diskusi Jaringan Peduli Anggaran (JPA) Aceh dan Tim Public Expenditure Analysis & Capacity Strengthening Program (PECAPP), di kantor Masyarakat Transparansi Anggaran (MaTA), di Banda Aceh, Kamis (7/2/2013).

Berdasarkan kajian tim PECAPP, Silpa Aceh dari tahun ke tahun membengkak. Pada anggaran 2009 dana Silpa Aceh sebesar Rp1,84 triliun dan Silpa 2010 sebesar Rp1,31 triliun. Angka ini membengkak menjadi Rp1,51 triliun di 2011 dan terus dan menjadi Rp1,67 triliun setahun berikutnya. Di tahun ini, diperkirakan Silpa Aceh akan membengkak menjadi Rp2 triliun.
 
Berdasarkan data tersebut, kata Syukri, penyebab besarnya Silpa Aceh saban tahun dikarenakan oleh lemahnya daya serap Satuan Kerja Pemerintah Daerah Aceh (SKPA) serta terlambatnya pengesahan anggaran dan tender yang lambat.
 
"Juga dipengaruhi oleh iklim dan musim tapi kalau iklim bisa diantisipasi dengan pengaturan perencanaan dan pelaksanaan sebuah kegiatan yang biasanya dibuat dalam jangka waktu triwulan," tambah dia.
 
Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Aceh Ali Amin meyakini, daya serap anggaran dipengaruhi banyak hal. Namun intinya adalah minimnya komitmen pihak berkuasa (eksekutif dan legislatif). Dia menilai selama ini alokasi dana belanja pegawai dalam APBA selalu lebih banyak dibandingkan dengan belanja publik.

"Seharusnya dana belanja publik yang sedikit ini bisa dihabiskan tapi kenyataannya hari ini tidak demikian," sebutnya.

Menurutnya, perlu pembedahan dana Silpa yang lebih detail dari pos mana saja sisa anggaran tersebut sehingga bisa dioptimalkan ke depan. Sering terjadinya kemalasan fiskal oleh Pemerintah Aceh juga menjadi penyebab lambannya penyerapan anggaran.

"Harusnya sisa anggaran dapat lebih dioptimalkan, supaya tidak terus membengkak," ujarnya.

Pemerintah Aceh dan DPRD Aceh didesak segera mendesain bagaimana kebijakan dan strategi yang harus dilakukan sehingga Silpa dari APBA tidak terus membengkak.

Sebagai informasi, APBA 2013 disahkan 1 Februari lalu sebesar Rp11,785 triliun. Dari jumlah itu, diperkirakan Aceh mengalami defisit anggaran sekira Rp1,6 triliun karena kemampuan anggaran Aceh hanya Rp10,1 triliun.

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement